SULSELEKSPRES.COM – Kabupaten Fakfak, Papua Barat yang meruapakan wIlayah dengan sumber daya laut melimpah, menjadi perhatian dari salah satu kandidat Bupati dan Wakil Bupati Fakfak, Untung Tamsil.S.Sos.M.Si berpasangan dengan Yohana Dina Hindom,SE,MM saat ini kadis Koperasi dan UKM Fakfak.
Keduanya berkomitmen akan mendorong Minawista sebagai salah satu program strategi untuk mempercepat pembangunan yang ada di Fakfak dengan slogan Gerakan Membangun Masyarakat Sejahtera (GERBANG FAJAR)
“Terdapat 142 Kampung dan 124 kampung ada di pesisir dan pulau. Sehingga, jika terpilih menjadi bupati maka sektor perikanan yang dipadukan dengan Pariwisata akan menjadi salah satu prioritas supaya dapat memberikan manfaat bernilai ekonomi pada masyarakat sekitar. Saya melihat bahwa ini peluang bagi investasi didaerah, dan tentunya rakyat setempat akan aktif terlibat sebagi pelaku usaha,” jelas Untung, dilansir dari rilis resminya.
Mantan Ketua KNPI ini mencontohkan, pulau-pulau di Distrik Karas, Pulau Pisang di Distrik Furwagi, Pulau Ugar di Distrik Kokas, Pulau-pulau Arguni di Distrik Arguni, Tubir Seram, dan Pulau Bone, Distrik Fakfak Tengah, Wayob, Nikereh di Distrik Fakfak Barat.
“Pulau-pulau tersebut kami akan bangun budidaya ikan air laut, kolam-kolam tempat pemancingan homestay, pembangunan infrstruktur wisata, jalan, air, penerangan, jaringan internet, jembatan kayu, homestay dan lain yang berkaitan,” imbuhnya.
Untuk itu mewujudkan program tersebut perlu dilakukan sinkronisasi dengan pemerintahan kampung agar ikut berperan aktif mulai dari perencanaan, Pelaksanaan, pengawasan dan Pelaporan.
Untung juga menyampaikan bahwa potensi kelautan dan perikanan, Pariwisata Fakfak ini sangat besar. Namun menurutnya potensi tersebut belum secara optimal dimanfaatkan. Sehingga meski memiliki kekayaan laut, alam, hasil perikanan yang besar, masih banyak masyarakat pesisir, nelayan, pembudidaya dan pengolah hasil perikanan dan potensi wisata bahari serta budaya masih membutuhkan perhatian sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.
Sehingga mereka berkomiten akan memperhatikan secara serius dari sisi program dan anggaran.
Disamping itu juga, pasangan yang dikenal dengan slogan UTAYOH akan memperkuat program di setiap distrik dan Kelurahan dengan mengalokasikan anggaran stiap distrik Rp4-5 miliar diluar belanja pegawai.
Sehingga aparat distrik dapat berperan aktif dalam pemberdayaan kepada masyarakat kampung.



