MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Vaksinasi bagi kepala pemerintah menjadi bahan perbincangan hangat di kanal media. Jokowi sendiri telah mengumumkan dirinya siap divaksin pada 13 Januari mendatang. Beberapa daerah pun mulai menpertanyakan perihal jadwal vaksinasi kepala daerahnya, seperti halnya di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA), ketika ditanyakan kesediaannya untuk divaksin, mengatakan bahwa dirinya tinggal menunggu petunjuk.
“Kita tunggu petunjuk lah. Yang pasti vaksin ini sudah lewat uji klinis. Insyallah tidak ada dampak apa-apa. Yang namanya vaksin pasti ada demam dan sebagainya. Ada juga yang tidak berefek karena imunya. Ada juga kriteria yang harus memenuhi syarat orang-orang yang divaksin,” kata Nurdin Abdullah, Selasa (5/1/2021).
Oleh karena itu, Nurdin menekankan kepada kepala dinas kesehatan pentingnya data klinis. Untuk memastikan bahwa orang yang bersangkutan betul-betul bisa divaksin.
“Tidak terkonfirmasi dia Covid-19, itu yang penting. Terus ada penyakit tertentu, alergi dan sebagainya, ” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari, ketika ditanyakan perihal vaksinasi kepala daerah, ia menyampaikan bahwa hal itu untuk meyakinkan masyarakat agar bisa percaya dengan vaksin yang ada.
“Tidak, wacana itu. Artinya, hal seperti itu untuk bisa meyakinkan masyarakat agar bagaimana masyarakat bisa tumbuh kepercayaannya,” kata Ichsan, Selasa (5/1/2021).
Ichsan menekankan bahwa untuk tahap pertama itu diberikan kepada para tenaga kesehatan (nakes), karena nakeslah yang selama ini bersentuhan langsung dengan pasien.
“Insyallah untuk tenaga kesehatan saya yang pertama,” ujarnya.
“Cuma memberikan gambaran bahwa vaksin ini tidak ada masalah. Uji klinis saja sampai 3 kali. Kalau memang bermasalah dari pertama pasti langsung berhenti, ” lanjut Ichsan.
Selain itu, ia menegaskan bahwa sudah ada rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Ada lagi surat rekomendasi dari BPOM emergency use authorization, itu sudah memperihatkan bahwa ini sudah berjalan dengan baik,” beber Ichsan.
Menurutnya, vaksinasi merupakan langkah kedua terbaik dalam menangani Covid-19, Karena yang pertama itu adalah penerapan ptotokol kesehata yakni mencegah.
Sebelumnya penggunaan vaksin Sinovac tersebut hingga sekarang masih menjadi pro kontra diantara beberapa kalangan masyarakat. Hal ini kemudian menjadi polemik tersendiri.



