26 C
Makassar
Wednesday, February 11, 2026
HomeHealthVitamin yang Bagus untuk Pasien Covid-19

Vitamin yang Bagus untuk Pasien Covid-19

- Advertisement -

 

SULSELEKSPRES.COM – Lonjakan pasien positif Covid-19 cukup signifikan dalam beberapa pekan ini. Selain menggalakkan vaksinasi, Satgas Covid-19 juga terus mengingatkan untuk menjalankan Prokes Kesehatan, yakni Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga jarak.

Namun, jika semua usaha menjaga diri telah dilakukan, sementara virus tersebut bersarang ditubuh Anda, salah satu yang bisa jadi penunjang adalah, mengonsumsi vitamin.

Baik dengan gejala maupun tidak, semua vitamin di bawah ini dapat dikonsumsi rutin, dilansir dari klikdokter.com:

1. Vitamin C
Vitamin yang satu ini memang sudah jadi andalan. Sebelum, selama, dan sesudah sakit, vitamin C menjadi asupan yang diburu di masa pandemi.

Bukan tanpa sebab, vitamin C merupakan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi peradangan.

Vitamin ini juga mampu memperbarui sel-sel di dalam tubuh, sehingga orang yang sakit akan cepat pulih.

Selain dengan obat, gangguan saluran pernapasan atas seperti pilek dan batuk akibat virus juga dapat dilawan dengan vitamin C.

Dosis harian yang bisa dikonsumsi yaitu 250-1.000 mg. Jangan mengonsumsi vitamin C lebih dari 2.000 mg demi menghindari efek samping.

2. Vitamin D
Vitamin D merupakan nutrisi yang larut di dalam lemak dan penting untuk kesehatan serta fungsi sistem kekebalan tubuh.

Vitamin ini mampu meningkatkan jumlah sel darah putih yang merupakan bagian penting dari pertahanan kekebalan. Sama seperti vitamin C, vitamin D juga bisa mengurangi peradangan.

Bahkan, asupan vitamin D dapat meningkatkan respons tubuh terhadap pengobatan antivirus hepatitis C dan HIV.

Untuk dosisnya, biasanya seseorang butuh 1.000-4.000 IU per hari. Kekurangan vitamin D meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas, termasuk influenza, asma, dan alergi.

3. Zinc
Zinc merupakan mineral yang bisa juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kekurangan nutrisi ini secara signifikan memengaruhi kemampuan sistem kekebalan. Akibatnya, risiko infeksi termasuk pneumonia bisa meningkat.

Kondisi kekurangan zinc masih cukup umum ditemui. Biasanya, hal ini terjadi pada orang dewasa. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Nutrients, 30 persen orang dewasa tua kekurangan zinc.

Anjuran batas konsumsi zinc yaitu 40 mg, jangan sampai melebihi dosis ini. Mengonsumsi zinc berlebih justru dapat mengganggu fungsi penyerapannya dan meningkatkan risiko infeksi di dalam tubuh.

4. Vitamin B Kompleks
Vitamin B6 dan B12 termasuk vitamin yang bisa membuat kondisi tubuh tetap prima. Pastikan untuk mendapatkan asupan vitamin B kompleks dari makanan sehari-hari maupun dari suplemen.

Beberapa makanan yang banyak mengandung vitamin B kompleks antara lain daging sapi, telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

5. Selenium
Penelitian pada hewan menunjukkan, suplemen selenium dapat meningkatkan pertahanan antivirus terhadap strain influenza, termasuk H1N1.

Sebagai antioksidan yang kuat, selenium mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Namun, hal ini tidak berlaku bagi mereka yang mengalami gangguan autoimun.

6. Curcumin
Curcumin merupakan senyawa utama di dalam kunyit yang bersifat antiinflamasi sekaligus meningkatkan imunitas tubuh.

Dalam pengobatan Ayurveda dan Tiongkok, curcumin juga bertugas sebagai analgesik (antinyeri) dan antiseptik.

7. Echinacea
Echinacea telah digunakan untuk mengobati pilek pada gangguan saluran pernapasan atas lainnya.

Lalu, kandungan ini dapat meningkatkan respons terhadap vaksin flu, khususnya pada pasien bronkitis atau asma.

Echinacea yang dikombinasikan dengan daun sage dan dibuat jadi semprotan tenggorokan mampu meredakan nyeri tenggorokan.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img