24 C
Makassar
Wednesday, March 25, 2026
HomeHeadlineYusril Gabung Jokowi, Fahri Hamzah: Kita Lihat, Dipakai atau Dipajang

Yusril Gabung Jokowi, Fahri Hamzah: Kita Lihat, Dipakai atau Dipajang

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamzah menyoroti cara berpolitik Presiden Jokowi yang belakangan banyak merangkul tokoh-tokoh Islam.

Mulai dari dijadikannya KH Ma’ruf Amin sebagai Cawapres, hingga menjadikan Yusril Ihza Mahendra sebagai penasehat hukum. Fahri seolah meragukan, menganggap kalau hal itu dilakukan Jokowi sebagai ikhtiar untuk tidak lagi nampak anti Islam atau mengidap Islam phobia.

Baca: Soal KPK, Fahri Hamzah Sebut Cara Berfikir Mahfud MD Berbahaya

“Masih di antara kejadian yang ada; sejak pemilihan ketum MUI sebagai cawapres, sampai pemilihan Lawyer, yg politisi Islam sebagai PENASEHAT hukum adalah ikhtiar petahana untuk tidak lagi nampak #AntiIslam atau mengidap #Islamophobia. Apapun itu perlu dihargai tepi apakah serius?,” kata Fahri Hamzah dilansir Sulsel ekspres melalui akun Twitternya (9/11/2018).

Ma’ruf Amin sebagai Ketua MUI dan Yusril sebagai ketua PBB dianggap hanya sebatas simbolik.

“Selain adalah hak setiap orang untuk memilih, ketum MUI dan ketum PBB juga punya peran simbolik. Peran simbolik ini di satu sisi seperti penting bagi petahana tapi peran simbolik itu harus dibuktikan apakah secara substantif pemerintah memang berubah. #AntiIslam,” katanya.

Fahri dalam ciutannya juga mengkritik penanganan pemerintah atas kasus pembakaran bendera dan penangan Habib Rizieq di Saudi.

Baca: PKS Minta Jokowi Tegur Keras Dubes RI untuk Arab Saudi

Kader PKS ini menyebut kalau sikap Prof Yusril selama ini bertentangan dengan pemerintah. Itulah yang dia sebut sebagai sebab Yusril menjadi lawyer HTI. Dia menganggap kalau Prof Yusril tentu punya koreksi terhadap sikap pemerintah.

Dia menambahkan, perkara di MK nantinya akan terlihat bagaimana keterlibatan Yusril. Apakah memang dipakai sebagai advokat yang sering menang dipengadilan umum, atau hanya dipajang.

Baca: Yusril: Jangan Salahkan Saya Tidak Menghormati Ulama

“Kemampuan Prof YIM selama ini yang tidak saja sering menang di pengadilan umum bahkan di peradilan Konstitusi, di MK akan diuji apakah beliau “direkrut” untuk penetingan simbolik petahana atau kepentingan yg nyata? Kita lihat adanya apakah beliau “dipakai” atau “dipajang”?,” kata Fahri.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img