MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah kembali menekankan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN)
Hal tersebut disampaikan saat melakukan diskusi melalui Webinar Netralitas ASN pada Senin (9/11/2020).
“Kita terus melakukan sosialisasi. Kami juga meminta seluruh masyarakat melaporkan ASN yang terbukti tidak netral,” jelasnya.
NA mengatakan bahwa salah satu upaya dalam mencegah ketidaknetralan ASN yakni dengan menggelar webinar mengenai netralitas ASN.
Ia menekankan perlunya kerjasama dalam mewujudkan kenetralan ASN.
“Sinergitas yang baik antara ASN, Bawaslu dan stakeholder sangat kita butuhkan,” tegas NA.
Senada dengan itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan, bahwa perlunya netralitas ASN utamanya dalam Pilkada serentak yang akan digelar di Desember mendatang.
“Setau kita yang banyak dilaporkan banyak diberi sanksi dan banyak juga tidak diberi sanksi. Kadang-kadang upaya kita dalam menjaga perasaan orang
Indonesia melanggar aturan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara RI, Agus Pramusinto menghimbau kepada para ASN untuk tidak terlibat dalam politik praktis
“Membangun eduksi dan demokrasi Indonesia tentang netralitas ASN. Dan dalam konteks ini memang ASN tetap tidak memilih. Tidak boleh terlibat dalam politik praktis,” ungkapnya.
Kegiatan ini bertema Membangun Meritokrasi dan Demokrasi di Indonesia yang diselenggarakan secara virtual melalui zoom pada pukul 10.00 – 13.00 Wita tadi yang dihadiri berbagai petinggi daerah baik di dalam lingkup Sulsel maupun luar Sulsel.



