MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Fraksi Partai Amanat Nasional mempertanyakan persoalan keterlambatan bantuan pupuk dipetani, menurunnya kuota subsidi pupuk, bantuan benih padi, serta memperbanyak bantuan alsinta dalam rapat paripurna, Jumat (13/11/2020).
Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam hal ini diwakili oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menjelaskan bahwa keterbatasan pupuk bersubsidi hampir terjadi setiap tahun.
“Hal ini disebabkan karena kuota yang diberikan pemerintah pusat semakin berkurang setiap tahunnya,” kata Wagub, Senin (16/11/2020).
Disampaikan bahwa untuk menangani permaasalahan tersebut, pemprov melalui Dinas Tanaman pangan, hortikultura dan
perkebunan telah mengantisipasi dengan penambahan kuota sebesar 30 persen pada musim tanam ke-2 tahun 2020.
“Mengalokasikan bantuan pupuk organik langsung ke kelompok tani yang tersebar di wilayah Sulawesi Selatan,” lanjutnya.
Sudirman Sulaiman juga menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi salah satu dampak dari Pandemi Covid-19.
“Akibat Pandemi Covid-19, juga menyebabkan distribusi pupuk mengalami keterlambatan dari luar Sulawesi Selatan dan antar kabupaten,” tambahnya.



