MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya tengah mencanangkan penggunaan sistem pembayaran berbasis online melalui program E-Parking (Parkir elektronik).
Penerapan sistem pembayaran berbasis elektronik ini dinilai efektif untuk mencegah penularan Covid-19. Sebab, sejauh ini, transaksi menggunakan alat tukar uang secara langsung dianggap bisa menularkan virus.
“Kalau dibilang bisa meminimalisir penularan Covid mungkin saja ya. Soalnya kan katanya Covid bisa menular lewat uang. Jadi kalau bayarnya pakai barcode kan tidak ada kontak langsung,” jelas salah seorang warga saat ditemui Sulselekspres.com di salah satu cafe yang ada di Pintu Nol, Tamalanrea, kota Makassar.
Terobosan yang digagas PD Parkir Makassar Raya ini dianggal sangat efektif di masa pandemi ini. Sebab, masyarakat tidak was-was lagi bertransaksi karena sudah dijamin tidak akan ada penularan Covid-19.
“Ya bagus. Karena tidak na kena maki lagi virus. Tidak takut-gakut ki lagi,” jelasnya, Kamis (19/11/2020) malam.
Selain meminimalisir penularan Covid-19, metode pembayaran parkir berbasis elektronik ini diprediksi mampu menutupi segala kebicoran anggaran.
Sehingga, sekalipun masa pandemi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Makassar melalui PD Parkir Makassar Raya diprediksi bisa meningkat.
Hal ini ditegaskan oleh Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Irham Syah Gaffar, kepada awak media, di sela-sela simulasi penerapan parkir elektronik di Pasar Kampung Baru, kecamatan Ujung Pandang, kota Makassar.
“Metode ini kita terapkan untuk menutupi kebocoran anggaran. Kita harapkan PAD bisa meningkat dengan pembayaran parkir berbasis elektronik ini,” jelas Irham, Kamis (18/11/2020).
Inovasi pembayaran berbasis elektronik ini dilakukan menyusul banyaknya kantung parkir yang tidak maksimal dalam meningkatkan pendapatan.
Selain itu, tindakan tidak kooperatif dari juru parkir (Jukir) yang nakal juga bisa diminalisir. Sebab, tidak ada lagi uang cash yang dipegang jukir. Sehingga pembayaran bisa langsung masuk ke kas.
“Kan banyak kejadian itu jukir yang kurang kooperatif. Akhirnya banyak kantung parkir yang tidak maksimal kontribusinya. Nah dengan metode ini, kendala itu bisa diatasi secara perlahan,” beber Irham.
Penerapan parkir elektronik ini rencananya bakal dilakukan antara akhitlr tahun 2020 ini atau di awal tahun 2021 mendatang.



