32 C
Makassar
Saturday, March 28, 2026
HomeMetropolisMakassar Genjot Target Zona Kuning

Makassar Genjot Target Zona Kuning

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Makassar terus menggenjot target zona kuning. Diketahui, kota Makassar baru saja meninggalkan zona merah dan sedang berada di zona oranye penularan Covid-19.

Upaya-upaya menuju zona kuming ini terus dimasifkan oleh Dinas Kesehatan kota Makassar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah kembali melakukan tes swab massal di 15 kecamatan.

Memurut keterangan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Makassar, Agus Djaja Said, pihaknya sudah menyiapkan 15 ribu alat swab yang akan disebar ke 47 puskesmas di 15 kecamatan.

“Kita berusaha untuk ke zona kuning Desember ini. Makanya kita kembali Masifkan tes swab, itu adalah upaya kita mengendalikan Covid-19,” ujar Agus, Kamis (3/12/2020).

Lebih lanjut Agus mengatakan, tes swab tersebut bakal dimulai pada tanggal (10/12/2020) sampai (15/12/2020) mendatang, dan akan dilakukan melalui dua tahap.

“Tahap pertama 7000 alat tes akan difokuskan untuk mencari kasus. Sementara sisanya, akan dipakai untuk mentracking hasil dari tahap pertama,” jelasnya.

Sementara Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin, menegaskan pihak pemerintah kota bakal melakukan pengawasan lebih ketat lagi, khususnya di kawasan yang berpotensi lebih mudah menyebarkan virus, seperti halnya di fasilitas publik.

“Tentu yang terpenting kita harus mengupayakan protokol kesehatan semakin ketat. Tadi kami meminta teman-teman satpol PP selaku ujung tombak penindakan, untuk betul-betul melakukan pengawasan protokol kesehatan dengan ketat,” ujar Rudy.

Rudy juga mengatakan, upaya pemerintah kota dalam membangkitkan perekonomian tetap dibarengi dengan pengawasan protokol kesehatan yang ketat.

Sehingga, aktivitas perekinomian tidak boleh serta merta melonggarkan protokol kesehatan sedikitpun. Sehingga, kedua hal tersebut bisa berjalan seiring dan bangkit secara bersama-sama.

“Tentu semakin banyak gerakan ekonomi kita, berarti akan semakin banyak orang beraktivitas di luar. tentu ini di satu sisi meningkatkan potensi. Nah tentu kita tidak ingin potensi ini berubah menjadi kluster baru.”

“Upaya yang kita lakukan, tentu bagaimana peningkatan aktivitas ini dibarengi dengan peningkatan protokol kesehatan secara lebih ketat, yang tentu baik dengan kesadaran sendiri, maupun tindakan pengawasan secara langsung oleh teman-teman Satpol PP,” tutupnya.

Jika dua hal ini bisa berjalan dengan baik, maka target pertumbuhan ekonomi dan upaya mewujudkan zona kuning, bahkan zona hijau, bisa terwujud dengan baik.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img