MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sejak menyebarnya Covid-19 di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel), hampir setiap sektor kehidupan masyarakat terkena dampaknya. Tak terkeculi pada sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Denny Irawan Saardi, mengatakan bahwa sektor yang paling terdampak dari adanya pandemi Covid-19 adalah pariwisata karena sistemnya output jasa.
“Ujung-ujungnya pelayanan kepada tamu yaitu wisatawan. Bagaimana kita bisa menerima tamu kalau tamu tersebut tidak diizinkan oleh negara nya untuk ber wisata ke tempat tempat lain. Dan pemerintah kita pun pada saat ini oleh kementerian pariwisata hanya membuka untuk para wisatawan lokal belum kepada manca negara,” kata Denny, Kamis (10/12/2020).
Dia mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 mendatang belum dapat memastikan terkait kondisi pariwisata di Sulsel dengan adanya penganan Covid-19 yang diutamakan.
“Target pariwisata 2021 belum berharap banyak jadi memang amanahnya kita lebih kepada bagaimana penanganan pandemi,” tuturnya.
Menurut, Denny, kegiatan ekonomi harus kita lakukan dengan hati-hati. Tetap mengutamakan protokol kesehatan. Karena agenda rapat di hotel, wedding dan sebagainya sudah berjalan. Sehingga harus tetap ketat dengan protokol kesehatan.
“Perkembangan sektor pariwisata bukan hanya dongeng yang dari dinas pariwisata. Itu adalah upaya yang benar-benar dilakukan bersama gubernur Sulsel dalam membangun sinergitas perkembangan pariwisata,” ungkapnya.



