MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kapolda Sulawesi Selatan, Merdisyam menjelaskan, pihaknya telah memprediksi ancaman setiap wilayah yang bisa terjadi di natal dan tahun baru 2021 mendatang.
“Potensi ancaman pasti. Setiap wilayah situasi pasti ada potensi ancamannya. Ini sudah kita prediksi dan kita perkirakan dan kita siapkan. Makanya kita sama-sama semua unsur dan semua elemen ini merupakan operasi keamanan dan juga operasi kemanusiaan dalam memberikan pelayanan untuk saudara-saudara kita yang melaksanakan Natal,” kata Merdisyam, usai mengikuti upacara persiapan operasi lilin, di Lapangan Karebosi, Senin (21/12/2020).
Merdy menegaskan bahwa untuk mengantisipasi kemungkinan buruk tersebut terjadi, pihaknya telah menyiapkan sekitar 2000 personil untuk mengamankan 300 titik di natal dan tahun baru mendatang.
“Itu sudah diatur di dalam konsep operasi, kita melibatkan 23 kekuatan. Pada saat pelaksanaan kurang lebih di Makassar sendiri ada sekitar 2000 personil,” lanjut Merdy.
Adapun pola pengamanan, Merdy menyampaikan bahwa penempatan pos pelayanan dan pengamanan di tempatkan hampir 300 titik di 60 pos pelayanan yang ada.
Merdy menekankan, adanya operasi lilin untuk pengamanan Natal dan tahun baru sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada. Pihaknya mengantisipasi adanya tindakan teror yang mungkin terjadi.
Sementara itu, untuk penegakan protokol kesehatan, Merdy menyampaikan akan mengawal dengan operasi yustisi.
“Kita juga mengantisipasi adanya tindakan teror yang mungkin bisa terjadi. Dan juga kami sampaikan dalam protokol kesehatan ini kita akan menegakkan aturan secara yustisi kita tingkatkan operasi yustisi nya,” tambahnya.



