BONE, SULSELEKSPRES.COM – Pasca terjadinya kebakaran Rumah Adat Kerajaan Bone atau Saoraja atau Bola Soba. Bupati Bone HA Fahsar Mahdin Padjalangi didampingi Kapolres Bone AKBP Try Handako Wijaya Putra langsung meninjau Rumah Saoraja ini yang berada di Jalan Latenritatta, Kecamatan Watampone.
Kebakaran hanya menyisakan puing-puing dari bangunan yang di bangun pada tahun 1890 di era kepemimpinan Raja Bone ke-31, La Pawawoi Karaeng Sugeri MatinroE RI Bandung.
Bupati Bone HA Fashar mengatakan kami masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian atas peristiwa ini agar bisa diketahui penyebab kebakaran ini.
Ia mengaku ingin secepatnya memperbaiki ikon peninggalan sejarah warga Kabupaten Bone itu.
“Insya Allah akan direhab. Mudah-mudahan tahun depan bisa,” kata Fahsar saat ditemui awak media,
Sabtu (20/3/2021).
Ihwal desain yang akan digunakan nantinya, Fahsar mengaku tidak akan mengubah bentuk Bola Soba dari bentuk sebelumnya.
Dia pun mengatakan jika ada yang perlu diubah maka hal itu hanya berkaitan dengan ukurannya saja yang dibuat menjadi lebih besar.
“Sebab, Bola Soba memiliki nilai sejarah. Namun, harus dibicarakan kepada budayawan dan para ahli terkait desainnya. Yang pasti tidak mengurangi nilai sejarah dan model Bola Soba. Tentunya, Pemerintah Daerah akan berupaya membangun kembali Bola Soba seperti sediakala sesuai bentuk dan ukuran Bola Soba,” kata Bupati Bone dua periode itu.
Selain persoalan desain, Fahsar juga mengungkapkan bahwa renovasi atau rehabilitasi Bola Soba juga harus menggunakan kayu dengan kualitas yang baik.
“Harus didesain kembali. Harus dipikirkan juga untuk mendapatkan bahan kayu ulinnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Bone AKBP Try Handako Wijaya Putra saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan oleh tim INAFIS Polda Sulsel, untuk penyelidikan kasus kebakaran di rumah adat Bola Soba.
“Saat ini kami belum dapat menyimpulkan saat ini penyebab kebakaran,” kata AKBP Try.
Sebelumnya, Rumah adat Bola Soba, Kabupaten Bone hangus terbakar, Sabtu (20/3/2021) sekira pukul 02.30 Wita.
Bola Soba merupakan ikon budaya dan memiliki nilai sejarah bagi Kabupaten Bone. Dan hanya Bola Soba yang teregister di Situs Cagar Budaya Kemendikbud.
Di dalam Bola Soba tersebut memang ada beberapa benda pusaka yang di simpan, namun itu hanyalah replika. Seperti silsilah kerajaan, teddung pulaweng, bosara, baju adat, dan meriam.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Andi Ansar Amal memastikan dalam kebakaran tersebut tidak ada benda pusaka yang terbakar. Sejumlah barang yang ada di dalam Bola Soba, hanya replika. Benda pusaka aslinya berada di Museum Arajangnge di Kompleks Rujab Bupati Bone di Jl Petta Poenggawoa, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang.
“Isi di dalam Bola Soba tidak ada benda pusaka yang asli yang memiliki nilai sejarah. Itu Hanya replika saja,” jelasnya.
Untuk jumlah kerugian, ia mengaku tidak bisa menaksir jumlahnya. Sebab menurutnya, Bola Soba yang terbakar ini tidak ternilai harganya.
“Ini ikon Bone dari budaya dan memliki nilai sejarah. Tidak ternilai harganya,” akuinya.
Lebih lanjut Ansar, Bola Soba tahun ini diusulkan ikut kompetensi di tingkat pusat sebagai warisan budaya tak benda. “Kita rencana usulkan Bola Soba sebagai warisan budaya tak benda. Namun, apa daya rencana tinggal rencana,” bebernya



