SULSELEKSPRES.COM – Usulan agar pemerintah Indonesia segera melakukan lockdown untuk mengatasi pandemi Covid-19 dinilai sebagai sebuah jebakan.
Usulan lockdown dianggap sengaja dimunculkan untuk membuat situasi kian tidak terkendali. Halitu disampaikan mantan anggota DPR RI, Ferdinand Hutahaean.
Menurut dia, lockdown dengan memberikan bantuan Rp1 juta perkeluarga setiap bulannya tidak akan menyelesaikan masalah. Terlebih karena bantuan Rp1 juta tidaklah cukup untuk menutupi kebutuhan masyarakat.
“Saya melihat tujuan usulan Lockdown ini hanya utk bikin situasi tak terkendali, ekonomi mati, chaos dimana2. Dgn begitu mudah jatuhkan Jokowi.” kata Ferdinand, (31/7/2021).
Mengusulkan Lockdown dgn semangat tinggi dan usul bantuan 1 Jt / keluarga / bulan. Pak, mmg hidup rakyat ini hanya 1 Jt / bulan?
Saya melihat tujuan usulan Lockdown ini hanya utk bikin situasi tak terkendali, ekonomi mati, chaos dimana2. Dgn begitu mudah jatuhkan Jokowi. 😁👎🏻
— Ferdinand Hutahaean (@FerdinandHaean3) July 30, 2021
Dalam cuitan lain, Ferdinand mengatakan kalau kebijakan pemerintah saat ini sudah tepat. Dimana tetap berupaya mengendalikan Covid sambil tetap menggerakkan ekonomi.
“Ayo kita dukung kebijakan pemerintah terkait pengendalian covid dan mendukung pemerintah ttp gerakkan ekonomi dan menjalankan infrastruktur Program Strategis Nasional. Kita bisa kalahkan covid dan ekonomi tetap jalan.” katanya.
“Lawan propaganda negatif provokatif yg ingin menjebak rakyat.” tambahnya lagi.
Seperti diketahui, usulan agar adanya lockdown muncul dari beberapa tokoh oposisi. Diantaranya Said Didu yang menyebut lockdown akan lebih baik dalam oenanganan Covid dibanding dengan PPKM.
“Kalau lockdown (karantina rumah) maka rakyat diminta tinggal di rumah dan slrh kebutuhannya ditanggung negara. Kalau PPKM, rakyat diminta tinggal di rumah tapi kebutuhannya cari sendiri. Rakyat menjerit bukan krn PPKM tapi krn kebutuhannya tdk dijamin,” kata dia.
Presiden Jokowi sendiri nampak tak menggubris usulan lockdown ini. Dia menganggap kalau lockdown atau karantina wilayah belum bisa menjamin masalah penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia selesai.
“Kemarin PPKM Darurat itu kan namanya semi-lockdown. Masih semi saja, saya masuk ke kampung, saya masuk daerah, semuanya menjerit minta dibuka. Kalau lockdown, bisa kita bayangkan dan belum bisa menjamin juga dengan lockdown itu masalah (penyebaran virus corona) selesai,” pungkas Jokowi.



