28 C
Makassar
Tuesday, March 3, 2026
HomeDaerahTradisi Accera Kalompoang di Gowa Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda

Tradisi Accera Kalompoang di Gowa Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan perayaan adat Accera Kalompoang atau Penyucian Benda-benda Pusaka Kerajaan Gowa dan Pergantian Pasukan Jaga atau Pasukan Tubarani sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB).

Sertifikat pengakuan tersebut diserahkan langsung Direktorat Jenderal (Dirjend) Kebudayaan Hilmar Farid kepada Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni, di Jakarta.

Karaeng Kio mengatakan, sertifikat ini diberikan karena Gowa sejak dahulu telah melakukan ritual atau pagelaran budaya Accera Kalompoang dan Pergantian Pasukan Jaga atau Pasukan Tubarani di Museum Istana Balla Lompoa.

BACA: Kemenlu dan Kemdikbud Bahas Perlindungan Objek Budaya Indonesia

“Kedua prosesi adat itu memang sudah layak untuk mendapatkan pengakuan. Sebab, tradisi imi sudah lama dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Gowa,” katanya, saat dikonfirmasi, Kamis (11/10/2018).

Dia juga menambahkan bahwa dejgan adanya pengakuan tersebut maka budaya yang sudah lama danWarisan di tradisi tahunan selama ini akan terus menjadi budaya orang Gowa.Dan tidak bisa diklaim oleh daerah bahkan negara lain.

BACA: Pemkab Sinjai Gelar Pesta Budaya Marimpa Salo

“Sertifikat ini menjadi pegangan bahwa kedua tradisi tersebut tidak dapat diklaim lagi oleh daerah lain baik secara defacto maupun de jure menjadi kekayaan budaya Gowa,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tradisi Accera Kalompoang telah dimulai pada pemerintahan raja Gowa yang ke-9 Karaeng Tumaparisi Mallona sekitar 1510, dan tradisi tersebut dapat bertahan hingga saat ini. Itulah setiap tahunnya dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Idhul Adha.

BACA: Sumarsono Sebut Toraja Simbol Kebudayaan Indonesia

Sementara untuk prosesi pergantian jaga yang dilakukan oleh puluhan Pasukan Tubarani telah dilakukan sejak zaman kerajaan Gowa dan masih berlanjut di Halaman Istana Balla Lompoa.

“Warisan Budaya Tak Benda sendiri merupakan beragam tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus, perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta, serta kemahiran kerajinan tradisional,” tutupnya.

Penulis: M. Syawal
spot_img

Headline

spot_img
spot_img