27 C
Makassar
Monday, March 30, 2026
HomeHeadlinePuisi Kontroversi Neno Warisman, Ma'ruf Amin: Kita Pilpres, Bukan Perang Badar

Puisi Kontroversi Neno Warisman, Ma’ruf Amin: Kita Pilpres, Bukan Perang Badar

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Puisi Munajat 212 yang dicakan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman, menuai kontroversi.

Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin mengaku heran, pasangan Joko Widodo itu mengatakan, puisi Neno seakan menempatkan posisi yang lain sebagai orang kafir.

“Masa Pak Jokowi dengan saya dianggap orang kafir. Itu sudah tidak tepat. Menyayangkanlah. Kita kan pilpres, bukan Perang Badar,” ujar eks Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu
dikutip dari detikcom, Sabtu (23/2/2019).

“Perang Badar itu kan perang habis-habisan. Hidup-mati. Kita kan hanya memilih pemimpin,” sambungnya.

Selain itu, Ma’ruf menyambut positif Bawaslu yang mau menyelidiki acara Munajat 212 di Monas itu. Ma’ruf tidak ingin 212 dijadikan alat politik.

“Oh bagus, supaya jangan sampai 212 itu dijadikan kendaraan politik. Itu bagus Bawaslu menyelidiki itu,” ucapya.

Sebelumnya, Neno Warisman, membacakan ‘Puisi Munajat 212’. Potongan video saat Neno membacakan puisi itu ramai dibagikan di media sosial.

Berikut kalimat puisi Neno yang menuai kontroversi:

“Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu” 

 

https://youtu.be/hOQpSAIgbRU

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img