SULSELEKSPRES.COM – Pasca-tersingkir dari ajang Liga Champions Eropa tengah pekan kemarin, AS Roma, melalui laman resminya medepak pelatih mereka, Eusebio Di Francesco.
Sebenarnya isu pemecatan Eusebio sudah lama beredar, khusunya setelah kalah memalukan dari Fiorentina 7-1 di ajang Copa Italia. Tetapi pemecatan baru resmi dilakukan klub sepulang mereka dari markas FC Porto.
Pemecatan ini dilakukan tim karena menganggap sang juru taktik sudah tidak bisa lagi membangkitkan tim dari jurang keterpurukan. Pasalnya, kekalahan demi kekalahan terus saja menghampiri AS Roma. Mereka tersingkir di Liga Champions Eropa dan gagal menguasai zona Champions setelah terdampar ke peringkat lima klasemen sementara Serie A Italia.
Akan tetapi tidak butuh waktu lama bagi tim Serigala Ibu Kota itu untuk mendapatkan pengganti Eusebio Di Francesco. Sebab selang dua hari dari pemecatan Eusebio, AS Roma sudah mengangkat mantan pelatih Fulham dan Leicester City, Claudio Ranieri.
Rannieri datang AS Roma dengan tugas berat. Juru taktik asal Italia itu diberi target membawa AS Roma kembali ke zona Liga Champions. Sebenarya, Roma hanya terpaut tiga poin dari Inter Milan yang duduk di peringkat empat klasemen. Tetapi misi menggeser Inter bukanlah hal mudah.
Inter sedang dalam performa yang cukup stabil meski beberapa waktu belakangan tidak diperkuat bomber mereka, Mauro Icardi. Terlebih lagi rival sekota mereka, SS Lazio, sedang gencar mengejar defisit poin. Saat ini Lazio berada tepat di bawah AS Roma dengan selisih tiga poin. Tetapi Lazio masih memiliki satu tabungan laga. Hal itu bisa menjadi amunisi untuk menjegal Roma ke kompetisi tertinggi eropa musim depan.
Sebagaimana dikabarkan oleh Goal, Ranieri akan langsung mendampingi anak asuhnya kala AS Roma menjamu Empoli di stadio Olimpico, Selasa (12/3/2019) dini hari mendatang. Selain itu, AS Roma juga masih memiliki sederet laga berat. Mereka masih akan berhadapan dengan Napoli, Fiorentina, Sampdoria, Inter Milan, dan Juventus.
Patut dinantikan kinerja manajer baru AS Roma ini. Meskipun beberapa musim belakangan performanya sedang menurun, khususnya pada saat menangani Nantes dan Fulham, tetapi Ranieri sukses membawa Leicester City menjuarai Liga Inggris pada tahun 2016 lalu.



