SULSELEKSPRES.COM – Kontestasi Pilkada Kabupaten Maros 2020 mulai memunjulkan sejumlah kandidat.
Diantaranya adalah Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim (MRR) dan Prof Yusran Yusuf. Keduanya sudah bertemu, membangun komunikasi awal untuk bertarung di Pilkada mendatang.
“Maros masa depan sedang fokus kami perbincangkan. Buat kami, Maros jika dibandingkan kabupaten lain di Indonesia masih jauh tertinggal,” kata Ramli Rahim usai bertemu dengan Prof Yusran di Lounge Claro Hotel, Senin, (3/6/2019).
Baca: Cerita Ramli Rahim Kala Nurdin Abdullah Gunakan Uang Pribadi untuk Perjalanan Dinas
Pertemuan kali ini merupakan yang kedua kalinya. “Kami berdua merasa punya kesamaan visi, ingin mendorong akselerasi pembangunan Maros dengan cara berpikir dan bertindak yang tidak biasa,” katanya.
Menurut Ramli, Prof Yusran adalah sosok bertangan dingin dengan kepemimpinan yang cemerlang. Dekan Fakultas Kehutanan yang sudah terpilih kembali untuk periode kedua ini adalah sosok yang tidak biasa.
“Belum lagi kepercayaan luar biasa dari Gubernur Sulsel yang menunjuk Prof Yusran memimpin TGUPP,” ujar dia.
Mengenai partai politik, Ramli Rahim menganggap kalau hasil Pemilu 2019 membuka ruang besar bagi siapapun.
Kekalahan partai penguasa baik partai 01 maupun 02 Maros dianggap bentuk konfirmasi masyarakat Maros terhadap kinerja pemerintahan Maros saat ini.
“Penetapan KPU menempatkan Partai Golkar sebagai pemenang dengan 7 kursi disusul PAN yang diketuai Bupati Maros dengan 6 kursi dan Partai Nasdem yang dipimpin Wakil Bupati Maros dengan 5 Kursi. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi Politik Maros 5 tahun yang lalu,” tambahnya.
Adapun Prof Yusran menilai Ramli Rahim adalah figur yang sudah membuktikan diri dikancah nasional. Hal ini mengacu pada kesuksesan MRR memimpin organisasi sebesar IGI.
“Pencapaian MRR kini tentu saja sangat sulit dicapai oleh siapapun. Membangun organisasi menjadi organisasi yang disegani dan memberi begitu banyak manfaat untuk kemajuan pencerdasan anak bangsa tanpa harus menggunakan anggaran daerah dan anggaran negara tentu saja hanya bisa dilakukan bagi mereka yang punya kemampuan daya pikir dan kemampuan eksekusi yang luar biasa,” kata Prof Yusran.
Keduanya kemudian membangun kesepakatan siap saling mensupport. Siap berpasangan dan saling membantu.



