MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Setelah autopsi, Biddokkes Polda Sulsel menerima sampel makanan yang disantap Legislator DPRD Kolut, Amri Alwi (45) sebelum akhirnya meregang nyawanya di kamar 407 Hotel Panakkukang. Minggu (23/6/2019).
Sampel makanan tersebut diserahkan penyidik Reskrim Polsek Panakkukang, guna memastikan ada tidaknya kandungan racun yang diduga jadi penyebab kematian seorang Pengganti Antar Waktu (PAW) Fraksi PDI-P tersebut.
“Makanya kami ambil sampel makanan di ruangan,” kata Paur Doksik Biddokkes Polda Sulsel, AKP Sulkarnain di Ruang Forensik Biddokkes Polda Sulsel Jalan Kumala, Kota Makassar Senin (24/6/2019).
BACA: Breaking News, Seorang PAW DPRD Kolaka Utara Ditemukan Tewas di Hotel Panakkukang
Selain sampel makanan, pihak Biddokkes juga mengambil sejumlah organ dari tubuh Amri untuk memastikan indikasi keracunan.
Pengambilan sampel organ kata dia, setelah autopsi dilakukan atas permintaan keluarga melalui penyidik Reskrim Polsek Panakkukang.
Proses autopsi terhadap mayat Amri berlangsung dari pukul 00.10 Wita hingga setidaknya pukul 03.45 Wita.
Meski begitu, Sulkarnain belum dapat menyimpulkan hasil dari autopsi yang dilakukan pihaknya. Kemungkinan kata dia, hasilnya baru keluar tiga pekan mendatang atau sebulan.
“Tetapi setidaknya, ada penggambaran tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan didalam organ yang kami periksa,” jelasnya.
“Kami belum bisa mengatakan ada kandungan racun atau tidak, karena masih menunggu hasil labnya. Kalau kemarin (Mayat di otopsi) tidak ada bau, tidak ada apa-apa, tidak ada juga perlawanan kuat di organ tubuhnya,” tambah dia.
Kata Sulkarnain, pihaknya memprediksi kondisi jenazah Amri belum genap tujuh jam. Di jarak waktu demikian, mayat Amri telah kaku melawan dan memunculkan lebam mayat.
Sementara itu, dari hasil autopsi semalam, pihak Doksis Biddokkes Polda Sulsel telah menyerahkannya ke Laboratorium Patologi anatomi Unhas, pun demikian dengan pemeriksaan sampel makanan yang masih di Teliti tim Laboratorium Forensik, di Jalan Sultan Alaudin, Pabaeng-baeng Makassar.
Saat olah TKP semalam, pihaknya juga menemukan obat batuk di dalam kamar korban,”Obat yang kami temukan itu paratusin (obat batuk) dan memang menurut anaknya itu dikonsumsi rutin oleh almarhum,” bebernya.
Sementara Kasi Humas Polsek Panakkukang Bripka Ahmad Halim menjelaskan, pihak keluarga menyerahkan penuh untuk mengungkap teka-teki kematian anggota dewan yang berstatus PAW legislator sebelumnya itu.
“Pihak keluarga menyerahkan penuh penyelidikan kepada kami, kita belum bisa simpulkan ada didugaan pembunuhan karena diracun atau apa, karena kita masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” kata Halim.
Penulis: Agus Mawan



