26 C
Makassar
Saturday, March 28, 2026
HomeHeadlineKH Ma'ruf Amin Angkat Deddy Corbuzier Sebagai Anak

KH Ma’ruf Amin Angkat Deddy Corbuzier Sebagai Anak

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COMĀ – Deddy Corbuzier bercerita bagaimana suka duka yang dialaminya setelah memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.

Bagaimana cacian dan hinaan terhadap dirinya atas keputusan besarnya tersebut. Meskipun begitu, presenter serta magician tersebut juga mengaku banyak mendapat support dan sambutan hangat.

Salahsatu hal luar biasa yang diterimanya setelah menjadi seorang mualaf adalah adalah penyambutan langsung dari Wakil Presiden terpilih, KH Ma’ruf Amin. Terlebih karena Ma’ruf disebut mengangkatnya sebagai anak.

“Terima kasih yang semua mendukung saya. Terima kasih banyak para ustadz yang mendampingi,” kata Deddy dalam rekaman video yang dia bagikan sendiri dikanal Youtubenya, Rabu, (26/6/2019).

Deddy kemudian bercerita bagaimana kesan pribadinya terhadap sosok KH Ma’ruf Amin. Dia menyebut kalau Wapres terpilih tersebut orangnya sangat humoris.

“Prof KH Ma’ruf Amin ternyata sangat lucu orangnya, humoris banget. Saya ngga nyangka beliau orangnya seperti itu. Dan menarik beliau bilang, ini anak saya,” ujar Deddy.

Dalam video tersebut, Deddy juga menjelaskan kalau keputusannya menjadi muallaf tanpa tekanan, dan tidak datang secara tiba-tiba.

Deddy mengatakan, dirinya selama ini bergaul dengan teman-teman yang mayoritas adalah muslim. Sudah belajar agama islam selama bertahun-tahun lamanya.

“Saya hidup dilingkungan teman-teman yang 90 persen agamanya muslim, dan 90 persen itu adalah orang yang baik. Teman-teman saya menghargai kepercayaan saya dulu, saya tidak ditakut-takuti oleh mereka. Yang pasti saya belajar agama islam itu sudah bertahun-tahun,” kata dia.

Dia menambahkan, pada dasarnya dirinya sudah ingin mengucapkan Syahadat sejak 6 atau 7 bulan lalu. Hanya saja saat itu tengah panas suasana politik dengan nuansa agama didalamnya.

Deddy mengaku kuatir kalau kepindahan agamanya ditengah suasana demikian masuk dalam permainan politik. Sehingga kemudian dia memutuskan untuk menundanya sembari menunggu suasana kembali tenang.

“Pada saat itu Indonesia sedang panas politik, dan kalau saya muallaf, saya takut kadar mualaf saya bisa masuk dalam permainan politik. Kita tahu kemarin Pilpres bagaimana panasnya, bagaimana agama dimasukkan dalam nuansa politik,” katanya.

“Setelah selesai (Pilpres), baru yakin saya umumkan dalam keadaan yang jauh lebih tenang,” pungkas Deddy.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img