SULSELEKSPRES.COM – Melalui Jendral Lapangan Iwan Rusadi, Aliansi Pendukung Nurdin Abdullah meminta maaf atas insiden bentrokan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dia mengaku, di barisan pendukung NA juga banyak kader HMI. “Kami sangat cinta kepada HMI. kami di pendukung Prof NA banyak alumni-alumni HMI juga. Jadi tolong dicatat tidak ada maksud mau berbenturan apalagi mau membakar bendera HMI. Kedua, kami minta kepada oknum kepada oknum-oknum yang ada dibelakang ini, sadarilah bahwa ini tidak baik. Tidak benar. Karena kita berharap Sulsel ini maju di bawah kepemimpinan NA, “ucap Iwan.
Dia membujuk HMI agar konflik itu tidak berkepanjangan. Tidak terjadi benturan.
“Jadi tolong adik-adik di HMI mari kita sadari semua jangan ada benturan ini. Pak NA itu mencintai semua. Beliau sejak awal mewakafkan dorinya untuk
kemajuan Sulsel. Tidak ada yang lain, tidak sama sekali mementingkan pribadi,”imbuhnya.
Sebelumya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Aliansi Pendukung Nurdin Abdullah berselisih paham hingga terjadi konflik.
Berawal saat keduanya melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung
DPRD Sulsel, kemarin. Aliansi pendukung NA meminta hak angket yang mewacanakan pemadzulan kepemimpinan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman tidak
dipolitisiasi dan dihentikan.
Sementara di luar gedung DPRD, HMI juga melakukan aksi unjuk rasa agar hak angket terus dilanjutkan. Akibatnya, massa Aliansi Pendukung NA yang jumlahnya jauh lebih banyak membubarkan massa HMI.
Mereka terlibat saling dorong sebelum massa HMI dikejar. Pengurus Badko HMI, Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan dan Barat (Badko HMI Sulselbar) mengecam tindakan berbentuk premanisme dalam menghalang-halangi hak konstitusional dalam menyampaikan pendapat atau unjuk rasa.
“Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Badko HMI Sulselbar teesebut bertujuan mengawal proses Sidang Hak Angket DPRD Sulsel agar berjalan sesuai mekanisme dan tidak diintervensi oleh kepentin
(*)



