24 C
Makassar
Thursday, March 5, 2026
HomeMetropolisHadapi Musim Penghujan, Dinas PU Canangkan Program Kolam Tunggu

Hadapi Musim Penghujan, Dinas PU Canangkan Program Kolam Tunggu

- Advertisement -

 

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Setelah menghadapi musim kemarau panjang, kini kota Makassar sudah mulai memasuki musim hujan. Meski intensitas hujan masih rendah, tetapi pemerintah Kota Makassar sudah fokus melakukan antisipasi.

Sejauh ini, pemerintah kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum tengah gencar melakukan pembersihan saluran drainase untuk mengantisipasi terjadinya banjir pada saat intensitas hujan tinggi tiba.

“Dinas PU saat fokus memperhatikan drainase. Tapi sebenarnya bukan cuma kami saja, seluruh elemen dan pemerintah harusnya terlibat aktif,” ujar Fuad Azis, selaku Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PU kota Makassar.

Fuad mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah sedang berupaya menambah pintu air sekunder, agar pada saat air sungai sudah meluap, pintu saluran tersebut bisa ditutup agar air sungai tidak meluap ke pemukiman warga.

“Ya kan ada pintu air primer dan sekunder. Jadi aliran air yang besar kalau tidak mampu ditampung dan keluar dari saluran pintu primer, maka dibukalah pintu air sekunder. Tetapi kalau volume air sungai sudah membludak, pintu sekundernya kita tutup supaya tidak merendam pemukiman,” lanjutnya.

“Saat ini ada 10 pintu air, sementara kita butuh 22 pintu air. Tetapi kami dapat bocoran dari provinsi bakal memberi bantuan tujuh pintu air,” terang Fuad dalam agenda dialog rutin Pemkot di Shox Coffee, Rabu (20/11/2019) siang.

Cara mengatasi volume air yang besar, kata Fuad, tidak bisa diklaim per kelurahan atau per kecamatan, tetapi dilakukan per kawasan. Karena genangan air selalu merendam semua wilayah.

“Perkara drainase ini tidak bisa diklaim perkelurahan atau perkecamatan. Jadi solusinya mengatasi titik genangan per kawasan. Ada titik-titil kritis yang harus diutamakan, seperti daerah Biringkanaya, Manggala, dan Panakkukang.”

Dinas PU juga tengah menggagas Gerakan Bersih Saluran Drainase, yang bakal melibatkan semua masyarakat sekaligus menjadi upaya melakukan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan drainase.

“Sekarang PU tengah menggagas Gerakan Bersih Saluran Drainase. Gerakan ini digagas dengan konsep gotong royong. Jadi setiap warga membersihkan sedimen drainasenya sendiri, ini akan efektif dan mudah,” ungkap Fuad.

“Kalau masyarakat tidak bisa angkat sedimen drainase, minimal masyarakat paham fungsinya drainase. Jangan drainase dijadikan tempat sampah,” lanjutnya.

Selain itu, Dinas PU juga tengah melakukan kajian untuk membangun kolam tunggu, yang nantinya bakal digunakan sebagai tempat penampung air dalam jumlah yang lumayan besar.

“Kita juga upayakan pembangunan kolam tunggu. Kolam itu fungsinya untuk menampung air dalam volume besar. Jadi kita buat kolam di bawah lokasi-lokasi tertentu.”

“Ada enam titik yang kita rencanakan. Pertama itu di lapangan kantor Gubernur Sulsel. Itu sudah selesai. Kemudian di lapangan Hertasning, mudah-mudahan 2020 selesai. Ada juga di Kodam III, daerah Antang, dan lainnya di tengah kota. Kolam tunggu ini merupakan solusi.”

“Kita juga pernah rencanakan bangun kolam di bawah jalanan. Itu pernah hampir kita coba di Jalan Sulawesi. Tapi anggaran yang dibutuhkan sekitar 365 milliar, dan kita tidak punya anggaran sebesar itu,” tegasnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img