25 C
Makassar
Thursday, March 12, 2026
HomePSMPeran Juru Selamat dan Kabar Keretakan Ruang Ganti PSM

Peran Juru Selamat dan Kabar Keretakan Ruang Ganti PSM

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COMPSM Makassar terbukti menjadi tim dengan performa paling buruk di laga tandang kompetisi Shopee Liga 1 2019 ini. Hal itu karena torehan negatif Juku Eja di semua laga tandang.

Dari 16 laga tandang yang dilalui Marc Klok dan kawan-kawan, mereka hanya bisa mengumpulkan tiga poin dari tiga hasil imbang. Selebihnya, PSM selalu tumbang dalam 13 laga.

Alhasil, dari akumulasi semua pertandingan sampai pada pekan ke-32 ini, PSM mengumpulkan 43 poin, 13 kemenangan, 15 kekalahan, empat hasil imbang, dan bertengger di peringkat sembilan klasemen sementara.

Rentetan hasil buruk tersebut menempatkan PSM berada di dasar klasemen laga tandang. Saking buruknya, PSM justru kerap menjadi ahang juru selamat bagi tim-tim degradasi.

Tercatat ada empat tim yang berada di zona degradasi, sukses mengelabui PSM di laga tandang sebagai batu loncatan untuk mencuri poin dan naik peringkat.

BACA: Duh! PSM Kian Terpuruk di Dasar Klasemen Laga Tandang

BACA: Nasib Darije Belum Jelas, Pelatih Persik Blak-Blakan Ingin Tangani PSM

Empat tim tersebut adalah Semen Padang FC, Perseru Badak Lampung, Kalteng Putera, dan yang terbaru adalah Barito putera.

Di markas Semen Padang FC, PSM Makassar ditekuk lewat skor 2-1. Kemudian di kandang Kalteng Putera Juku Eja harus menyerah 3-1. Tidak berhenti disitu saja, di kandang Badak Lampung PSM ditahan imbang 1-1.

Baru-baru ini tim besutan Darije Kalezic kembali menelan kekalahan 3-2 di markas Barito Putera, Stadion Demang Lehman, Martapura.

Performa buruk PSM Makassar ini disinyalir sebbagai dampak dari kurang harmonisnya ruang ganti tim. Belakangan santer beredar kabar bahwa ada keretakan antara pemain dan pelatih PSM Makassar.

Sumber.Indosport

 

Beberapa pemain terlihat sedang renggang dengan Darije Kalezic, seperti Ferdinand Sinaga, Marc Klok, sampai dengan Abdul Rahman Sulaeman.

Keretakan hubungan antara Ferdinand dan Darije tampak ketika The Dragon melakukan selebrasi kontroversi dengan melempar jersey pada saat PSM menjamu Persipura Jayapura.

Ferdinand pun menanggapi hal tersebut sebagai bentuk protes kepada Darije Kalezic yang kerap menaruh dirinya di bangku cadangan.

Selebrasi itu sebagai simbol kalau saya ada di PSM dan bisa memberikan kontribusi. Soal caption itu, saya ingin berterima kasih kepada Darije yang memberi saya sedikit menit bermain,” ungkap Ferdinand.

“Selebrasi itu sebagai simnol kalau saya ada di PSM dan bisa memberikan kontribusi,” ujar Ferdinand seperti dikabarkan Indosport.com.

Sementara Marc Klok juga diduga sedang tifak harmonis dengan Darije Kalezic. Hal itu bermula saat gelandang Belanda tersebut telat datang di laga kontra PSIS Semarang, sehingga sang pemain tidak masuk dalam line up.

Keretakan antara Klok dan Darije tersebut diperkuat pada laga kontra Borneo FC. Di laga tersebut Marc Klok ditarik keluar dan digantikan oleh Zulham Zamrun di babak kedua.

Kemudian di akhir laga, pada saat PSM akan menyanyikan Anthem, Klok terlihat mengabaikan jabat tangan dari Darije Kalezic. Sehingga sang pelatih hanya menepuk pundak sang pemain.

Sebelum kejadian yang melibatkan dua pemain tersebut, Abdul Rahman Sulaeman mengupload foto pemain PSM dengan caption menohok.

“Mungkin salah satu terpuruknya tim, karena tidak saling respect sesama pemain karena mungkin NAHKODA sekarang tidak disegani semua pemain. Beda mungkin NAHKODA yang dulu disegani semua pemain.”

Abduk Rahman juga menyertakan #mungkinhanyaperasaansayaaja #tidakusahdibesarbesarkan

spot_img

Headline

spot_img
spot_img