GOWA,SULSELEKSPRES.COM – Distribusi paket sembako untuk warga yang teridentifikasi virus corona atau Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Sosial.
Kali ini pendistribusian paket menyasar warga yang teridentifikasi Covid-19 di wilayah dataran tinggi yakni Kecamatan Tinggimoncong, Tompobulu dan Kecamatan Biringbulu.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa Syamsuddin Bidol mengatakan, tim yang ditunjuk telah menyelesaikan pendistribusian paket sembako untuk wilayah dataran rendah seperti di Kecamatan Sombaopu dan Kecamatan Pallangga. Khusus dataran tinggi akan di mulai hari ini sesuai data yang diterima.
Ia menyebutkan, warga yang mendapat paket sembako ini adalah warga dan keluarga yang terdata sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif Covid-19.
“Jumlah sembako yang diberikan berdasarkan jumlah orang dalam satu keluarga, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan selama 14 hari masa isolasi,” katanya, Kamis (2/4).
Masing-masing paket sembako yang diberikan berisi beras, telur, ikan kaleng, minyak goreng, multivitamin dan kebutuhan lainnya. Sementara bagi yang terdata memiliki balita akan dilengkapi dengan perlengkapan bayi seperti makanan bayi, susu bayi, popok dan ainnya.
“Sembako ini diberikan atas instruksi Bapak Bupati Gowa agar warga yang masuk dalam ODP, PDP bahkan positif bisa melakukan isolasi mandiri secara disiplin. Termasuk bersama keluarganya, sehingga penyebaran virusnya bisa betul-betul terputus,” terang Syamsuddin.
Khusus untuk kebutuhan beras yang disiapkan dalam paket sembako disiapkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa. Sekitar 10 ton beras disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing yang terdata.
“Dinas Ketapang menyiapkan 10 ton sebagai bentuk antisipasi. Tapi kita harap dan berdoa semoga beras yang disiapkan tidak terdistribusi seluruhnya, karena jika demikian artinya banyak warga kita yang teridentifikasi,” harapnya.
Untuk proses pendistribusian Dinas Sosial Kabupaten Gowa berkoordinasi dengan Tim Cepat Tanggap (Tagana) bersama camat yang warganya terdata. Kemudian camat bertanggungjawab menjemput paket sembako dan kemudian mengantar ke masing-masing kepala keluarga.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa Layla Azis Hamrat mengatakan, 10 ton beras yang disiapkan merupakan persediaan untuk menutupi kebutuhan jika terjadi rawan pangan. Sementara adanya wabah Covid-19 ini masuk dalam peruntukannya.
“Tahun ini memang kita siapkan untuk rawan pangan, seperti gagal panen, kekeringan, dan bencana baik banjir, longsor, termasuk wabah Covid-19 ini,” ujarnya.
Hingga saat ini, jumlah beras yang sudah disalurkan untuk warga yang terdata sekitar 500 kilogram atau setiap orangnya mendapat jatah 5 kilogram untuk kebutuhan 14 hari pada masa inkubasi.



