25 C
Makassar
Thursday, March 12, 2026
HomeParlemanDPRD Makassar Pertanyakan Kinerja Pemkot Dalam Menangani Covid-19

DPRD Makassar Pertanyakan Kinerja Pemkot Dalam Menangani Covid-19

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar mempertanyakan kinerja pemerintah kota Makassar dalam menangani wabah Covid-19.

Sejauh ini pihak DPRD kota Makassar mengaku belum mengetahui secara jelas strategi yang digunakan oleh Pemkot untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya aktivitas masyarakat di luar rumah, bahkan cenderung keliaran untuk bersepeda pada waktu-waktu tertentu dan mengabaikan imbauan social distancing.

“Kami saja belum tau apa program dari pemerintah kota dalam penanganan wabah Covid-19 ini. Kalau cuma sekadar pencegahan, kita sudah sama-sama tau, tapi pencegahan dalam hal apa,” ujar Abdi Asmara dalam agenda rapat Banggar.

“Apa sebenarnya yang dilakukan. Sekarang ini Pj wali kota apa yang dilakukan? Kenapa justru kami dari partai-partai yang melakukan penyemprotan disinfektan dimana-mana?”

“Kalau butuh anggaran 100 milliar, itu untuk apa? Anggaran bukan cuma untuk penyemprotan. Masyarakat yang sekarang dirumahkan, masyarakat yang tidak bekerja, bagaimana mereka mau makan? Ini yang harus kita pikirkan,” terang politisi Demokrat tersebut.

Senada dengan Abdi Asmara, Hamzah Hamid mengatakan bahwa aktivitas anak-anak yang bermain di lorong masih sangat banyak. Kondisi ini dianggap gagal meskipun pemerintah kota telah meliburkan aktivitas sekolah.

BACA: NA Puji Kinerja Parepare Tangani Pasien Corona, TP Ungkap Kinerja Tim Medis

“Ini pemerintah kota serius atau tidak menangani Covid-19? Karena di tempat tinggal saya, di Borong, masyarakat itu tidak mengindahkan imbauan social distancing,” ujar Hamzah Hamid.

“Anak-anak juga masih bebas main di lorong. Percuma saja diliburkan sekolah kalau mereka tidak menghiraukan social distancing,” lanjut ketua PAN Makassar tersebut.

“Harusnya pemerintah kota bekerja sama dengan kepolisian, Satpol PP, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena ini masyarakat tidak ada takutnya,” beber Hamzah.

Dengan begitu pihak pemerintah kota dinilai tidak maksimal dalam menangani pandemi Covid-19, dan diminta untuk lebih serius memutus mata rantai penularan corona.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img