SULSELEKSPRES.COM – Ekonom senior Rizal Ramli ikut menyayangkan kenaikan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Menurutnya, pemerintah pusat bisa saja menunda kenaikan iuran BPJS dimasa pandemi corona seperti saat ini. Dia menyarankan agar untuk program prakerja dialihkan untuk menyelesaikan masalah anggaran BPJS.
“Pak @jokowi sebetulnya punya pilihan mudah. Batalkan program prakerja Ro 20 Trillium, termasuk setoran abal2 & KKN provider2 online (Rp5,6 Trilliun), gunakan untuk menyelesaikan masalah BPJS sehingga tariff tidak perlu naik,” kata Rizal Ramli melalui media sosialnya, Jumaat, (15/5/2020).
https://twitter.com/RamliRizal/status/1261183849729454085?s=19
Diketahui, berdasarkan perpres baru iuran peserta mandiri kelas I dari Rp80.000 menjadi Rp150.000.
BACA: Rizal Ramli Sindir Stafsus Milenial Jokowi: Kejar Uang Abaikan Integritas
Kemudian untuk peserta mandiri kelas II dari Rp51.000 saat ini menjadi Rp100.000. Iuran peserta mandiri kelas III juga naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000. Namun, pemerintah memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500.



