SULSELEKSPRES.COM – Nyeri sendi adalah peradangan pada sendi yang menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman. Kondisi ini terjadi akibat inflamasi pada sendi, ligamen, tendon, atau jaringan di sekitar sendi.
Ada banyak jenis nyeri sendi dan pembengkakan yang mencakup istilah umum arthritis. Gejala nyeri sendi dapat diatasi dengan konsumsi obat pereda nyeri. Sebagian besar orang juga percaya mengatur pola makan sehat dapat mencegah kekambuhan nyeri sendi.
Berikut ini daftar makanan yang menyebabkan nyeri sendi yang sebaiknya dihindari:
1. Makanan Gluten
Gluten adalah salah satu jenis protein yang umumnya terdapat di biji-bijian seperti gandum, gandum hitam, barley, dll. Gluten yang dicampur air akan membentuk jaringan lengket yang membuat adonan menjadi elastis dan kenyal sehingga sangat cocok dijadikan bahan pembuat roti atau pasta.
Karakteristik gluten ini akan membuat makanan lebih sulit dicerna dan dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan usus. Selain itu, partikel gluten mungkin dapat memicu gejala inflamasi dan pembengkakan, terutama pada penderita nyeri sendi dan otot.
2. Produk Susu
Produk susu atau produk olahan susu mengandung jenis protein kasein dan whey yang merupakan jenis gula susu. Kandungan tersebut diduga dapat memicu iritasi dan respon inflamasi umum pada jaringan lunak di sekitar persendian.
Maka dari itu, penderita nyeri sendi atau radang sendi disarankan untuk menghindari produk susu dan beralih pada pola makan vegan. Walaupun demikian, ada penelitian lain yang bertentangan bahwa susu sebenarnya memiliki efek antiinflamasi.
Belum ada penelitian resmi secara medis yang menyatakan produk susu dapat memicu nyeri atau peradangan sendi. Sebaiknya, Anda tetap dapat konsumsi protein selain dari susu, yaitu protein dari kacang, tahu, tempe, atau biji-bijian lainnya.
3. Makanan Tinggi Gula
Makanan tinggi gula dapat meningkatkan respon inflamasi yang dikaitkan dengan risiko inflamasi sendi juga. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, minuman manis seperti soda juga dapat meningkatkan inflamasi.
Terlebih lagi bila Anda memiliki kadar gula darah tinggi, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan molekul peradangan yang disebut sitokin ke seluruh tubuh yang akan menyebabkan iritasi atau gangguan jaringan lunak di sekitar persendian.
Bila Anda memiliki riwayat nyeri sendi termasuk gejala artritis, artritis reumatoid, osteoartritis, dan artritis psoriatik, sebaiknya hindari konsumsi makanan tinggi gula, buah tinggi gula, buah kering, atau minuman tinggi gula serta pemanis buatan.
4. Sayuran Jenis Nightshades
Sayuran nightshade adalah famili tumbuhan dengan nama latin Solanaceae. Sayuran nightshade mengandung zat solanine yang dikonfirmasi dapat memicu inflamasi khususnya pada penderita nyeri sendi.
Contoh sayuran nightshade adalah tomat, kentang, terong, cabai, dan paprika. Berdasarkan laporan dari The Arthritis Foundation, sayuran nightshade ini diduga memperburuk gejala nyeri sendi sehingga sebaiknya penderita nyeri sendi harus mengontrol asupan makanan tersebut.
5. Makanan Olahan
Makanan olahan biasanya dibuat dari campuran lemak trans dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Kandungan ini dapat meningkatkan respon inflamasi umum pada tubuh.
Maka dari itu, disarankan untuk membatasi jumlah asupan makanan olahan bagi Anda yang memiliki riwayat nyeri sendi atau radang sendi. Anda juga disarankan untuk konsumsi makanan sehat seimbang seperti sayur dan buah.
6. Makanan Tinggi Purin
Purin adalah zat makanan dalam makanan yang menyebabkan asam urat. Asam urat akan menumpuk di aliran darah dan memicu gejala nyeri sendi serta inflamasi pada jaringan persendian.
Bila Anda sedang mengalami nyeri sendi, sebaiknya batasi makanan tinggi purin. Berdasarkan catatan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), makanan tinggi purin termasuk daging merah, jeroan, roti manis, daging babi, ham, bacon, kerang, dan alkohol.
7. Makanan Tinggi Garam dan Pengawet
Selain kandungan gula tinggi, ternyata makanan dengan jumlah garam tinggi juga termasuk dalam makanan penyebab nyeri sendi. Umumnya, makanan dengan bahan pengawet memiliki kandungan garam lebih tinggi agar makanan dapat disimpan lebih lama.
Maka dari itu, sebaiknya Anda mengecek jumlah kandungan garam (natrium klorida) atau zat aditif dalam makanan kemasan. Sebaiknya, batasi asupan garam untuk mengelola gejala radang sendi.
8. Minyak Jagung
Minyak jagung juga termasuk dalam daftar makanan yang menyebabkan nyeri sendi. Minyak jagung biasanya digunakan untuk makanan yang dipanggang atau untuk menggoreng apapun pengganti minyak sawit. Walaupun dianggap lebih sehat, minyak jagung memiliki kandungan asam lemak omega-6 tinggi yang dapat meningkatkan respon peradangan pada tubuh.



