Bea Cukai Parepare Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Rp2,3 Miliar

Suasana pemusnahan rokok ilegal oleh KPPBC TMP C Parepare/SULSELESKPRES/LUKI AMIMA

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), memusnahkan batang rokok ilegal, di halaman samping Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Parepare, Rabu (01/08/2018).

Rokok terlebih dahulu dimusnahkan secara simbolis, dan dilanjutkan dengan dibakar dalam wadah ukuran kecil. Pemusnahan turut dilakukan oleh beberapa pihak di antaranya, TNI/Polri, Kejari, LPKA, dan pemerintah setempat.

Kepala Kanwil DJBC Sulbagsel, Untung Basuki mengatakan, rokok ilegal yang dimusnahkan sebanyak 3.179 juta batang, dengan nilai sekitar Rp2,3 miliar. Adapun perkiraan kerugian negara yang dihasilkan, kata dia, sebesar Rp1,173 miliar.

Untung menjelaskan, rokok ilegal tersebut merupakan barang hasil penindakan KPPBC TMP C Parepare yang dicegah pada tahun akhir tahun 2016, 2017 dan awal tahun 2018. Pelanggaran yang dilakukan, katanya, di antaranya tidak menggunakan pita cukai, menggunakan pita cukai palsu, pita cukai yang digunakan bekas, dan menggunakan pita cukai yang bukan peruntukannya.

“Rokok ilegal tersebut, ditemukan pada ekspedisi pengiriman antar Kota,dan juga di pasaran baik pada tingkat distributor maupun tempat penjualan eceran di wilayah kerja KPPBC TMP C Parepare,” ungkapnya.

Untung menambahkan, pihaknya sulit melakukan penelusuran terhadap pelaku, karena transaksinya terputus. Oleh karena itu, lanjut dia, Parepare yang merupakan daerah pemasaran, maka penangkapan dilakukan pada jaringan menengah.

“Yang jelas negara harus melakukan pembatasan konsumsi, dan mengawasi peredaran,” ujarnya.

Sementara, Kepala KPPBC TMP C Parepare, Eva Arifah Aliyah memaparkan, hasil penindakan yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 yaitu, kegiatan penindakan sebanyak 34 kali, dengan jumlah barang 651 ribu batang, nilai barang sebesar Rp399 juta dan kerugian negara yang ditemukan sebesar Rp199 juta.

BACA JUGA :  Ini Intruksi DPD Untuk DPC PDIP Bantaeng

Eva menambahkan, untuk hasil penindakan pada tahun 2018 sejak bulan Januari hingga Juli yaitu, kegiatan penindakan sebanyak 81 kali, dengan jumlah barang 4 juta batang, nilai barang sebesar Rp2,6 milliar, dan kerugian negara yang ditemukan sebesar Rp1,2 miliar.

Atas pelanggan tersebut, kata Eva, pihaknya telah melakukan tindak lanjut sesuai dengan kategori pelanggan di antaranya, denda administrasi, usulan pemusnahan barang, dan penyidikan tindak pidana cukai.

“Pengawasan terhadap rokok ilegal ini, tentunya selaras dengan program pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, terhadap barang-barang berbahaya. Tentunya, pengawasan ini berdampak pada peningkatan penerimaan negara, khususnya dibidang cukai,” tandasnya.