24 C
Makassar
Saturday, February 14, 2026
HomeHeadlineBenny K Harman: Bukan Setan Gundul Tapi Monster Demokrasi

Benny K Harman: Bukan Setan Gundul Tapi Monster Demokrasi

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Politisi senior Partai Demokrat, Benny K Harman membenarkan argumentasi Andi Arief soal Prabowo Subianto dikelilingi pihak yang berasal dari luar koalisi Pilpres.

Hanya saja, Benny tak sepakat kalau pihak yang dianggapnya benalu tersebut bukan setan gundul seperti istilah Andi Arief. Namun lebih tepat disebut monster demokrasi atau genderuwo.

“Bukan setan gundul tapi monster demokrasi atau genderuwo, tangan-tangan kotor yang tidak kelihatan yang menjadi benalu demokrasi. Namanya benalu yah lama-lama makan tuannya sendiri!,” tulis Benny melalui akun Twitternya, Senin (6/5/2019).

Seperti diberitakan, Wakil Sekertaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat kembali membuat pernyataan heboh soal Prabowo Subianto.

Baca: Luhut ke Rizal Ramli: Asal Ngomong Saja

Kali ini, Andi Arief menganggap kalau Capres nomor urut 02 tersebut pikirannya telah disesatkan oleh setan gundul.

Andi Arief mengatakan, koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga disokong oleh Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Namun dalam perjalanannya, muncul pihak baru diluar koalisi partai yang disebutnya sebagai setan gundul.

Baca Juga:

Mardani: Saya Sudah Haramkan Diri Tidak Lagi Teriak Ganti Presiden

Demokrat Semprot Amien Rais: Tendensius dan Menghasut, Apa Artinya Jadi Tokoh Bangsa

Di Google Maps Rumah Prabowo jadi Istana Presiden Kartanegara

Menurutnya, setan gundul ini tidak rasional, mendominasi, serta memasok kesesatan bahwa Prabowo-Sandi menang 62 persen.

“Dalam Koalisi Adil Makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya, muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi, dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen,” kata Andi Arief dalam Twitter resminya, Senin (6/5/2019).

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img