
Dia menyebutkan, ada tiga jenis pertandingan, yakni teknik keahlian, cerdas cermat, promosi kesehatan. Dia mengambil promosi kesehatan yang salah satu persyaratannya harus melalui penelitian.
Sebelum masuk ke dalam gedung laboratorium yang penuh dengan peralatan percobaan kimia, ia menuju pasar Antang untuk membeli jeruk nipis, lima buah yang sempat dikira untuk digunakan dalam masakan.
“Jadi sebelum ikut lomba, saya sudah melakukan penelitian dengan membandingkan air jeruk nipis dan larutan turk,” ujar dia.
Ia mengambil 3 ml darah (flebotomi), kemudian dimasukkan di tabung EDTA. Dengan bantuan pipet, thoma disesuaikan dengan jumlah ukuran, dan dilakukan modifikasi.
“Ada 10 sampel yang saya gunakan, dan dibantu seorang teman menghitung di larutan turk dan saya di larutan jeruk nipis. Sebab darah tidak bisa lebih dari dua jam di udara terbuka, akan rusak nantinya,” jelas mahasiswa penerima beasiswa PPA Dikti 2017 itu.
Dengan penelitian sekitar seminggu, Ketua Komunitas Mahasiswa Ahli Tehnologi Laboratorium Medik (KMTLM) Stikes Mega Rezky itu, akhirnya mampu membuktikan hingga tingkat nasional dengan surat pernyataan bahwa hal itu adalah murni hasil penelitian.





