“Hal tersebut dipicu oleh adanya Pusat tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia Perairan Barat Sumatera dan sirkulasi siklonik di Selat Karimata serta indikasi aktifnya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera yang masuk ke wil Indonesia bag Barat dan Tengah,” jelasnya.
Kondisi tersebut memberikan pengaruh terhadap pola cuaca dalam meningkatkan supplay uap air yang berkontribusi memberi dampak pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian Barat dan Tengah.
BACA: Gerhana Bulan, Ini Tips BMKG Untuk Menyaksikan Dengan Baik
Perkiraan dari BMKG tersebut juga berdasarkan Potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan juga terjadi di Perairan selatan Pulau Jawa hingga Lombok, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas bagian selatan.
Perairan selatan Pulau Sumba, Pulau Sawu – Pulau Rote, Laut Timor, Laut Banda timur Sulawei Tenggara, Perairan Selatan Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat dan tengah, Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan NTT.
“Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti Banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” imbaunya.
Penulis: M. Syawal



