25 C
Makassar
Tuesday, February 3, 2026
HomeHukrimCerita Pengalaman Korban Penipuan Dua Anak Kecil di Mesin ATM

Cerita Pengalaman Korban Penipuan Dua Anak Kecil di Mesin ATM

- Advertisement -

“Modus dari kedua pelaku adalah berpura-pura menawarkan barang kepada nasabah ATM sehingga nasabah tidak fokus,” ungkap Syamsul saat dihubungi Sulselekspres.com.

“Saat itu dimanfaatkan oleh pelaku untuk menekan nominal uang dan terjadi transaksi lanjutkan, sehingga pada saat korban keluar dari ATM, korban tidak mengambil uang tersebut,” ungkap Syamsul.

View this post on Instagram

KKT Jeneponto Gelar Rakernas Perdana MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) Kabupaten Jeneponto menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Travellers Hotel, Makassar (7/4/2018). Rakernas dengan menghadirkan para warga perantau Jeneponto di daerah lain ini untuk pertama kalinya digelar. Sebelumnya, Rakernas hanya digelar terbatas dikalangan pengurus. Rakernas ini mengangkat tema, 'Meneguhkan Siri Napacce dalam Bingkai Kebersamaan Menuju Turatea Bermartabat dan Berintegritas'. Turut hadir Plt Bupati Jeneponto, Asmanto Baso Lewa, Bupati nonaktif Iksan Iskandar, Wakil Bupati nonaktif Mulyadi Mustamu, serta anggota DPRD provinsi, dan kabupaten Jeneponto. "Hari ini membuktikan KKT merupakan organisasi yang besar. Ini Rakernas pertama yang menghadirkan seluruh orang Jeneponto," kata Ketua Umum DPP KKT, H. Alimuddin SH.,MH, Mkn. Menurutnya, Rakernas juga merupakan sebuah ajang silaturahmi untuk mempertemukan para warga Jeneponto yang bermukim diluar daerah. H. Alimuddin dalam sambutannya juga menekankan posisi KKT dalam kontestasi politik. KKT disebut organisasi yang tidak berpihak, sehingga setiap pengurusnya tidak dibolehkan memberi dukungan atas nama besar organisasi. "Ini tahun politik, sangat sensitif. KKT lahir dari berbagai macam latar belakang. KKT harus menjaga, kapan berpihak pada waktu bersamaan akan pecah belah dan jika terpecah akan susah lagi bersatu," ujar dia. Asmanto sebelum membuka acara juga menekankan pentingnya persatuan untuk bersama membangun daerah. "Jeneponto punya banyak potensi, yang bisa dikelolah untuk kemajuan daerah," pungkasnya.

A post shared by Sulsel Ekspres (@sulsel_ekspres) on

Salah seorang korban lainnya, Hawaisyatul Jannah, ikut bicara. Mahasiswi jurusan Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin ini mengaku, kejadian itu menimpanya pada bulan Maret lalu.

Saat itu, menurut Hawaisyatul, yang menjadi pelaku diduga dua anak tadi, WE dan RS.

Ia menambahkan, kejadian itu terjadi saat dirinya mengambil uang di ATM BRI yang terletak di Rumah Sakit Unhas.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img