“Modus dari kedua pelaku adalah berpura-pura menawarkan barang kepada nasabah ATM sehingga nasabah tidak fokus,” ungkap Syamsul saat dihubungi Sulselekspres.com.
“Saat itu dimanfaatkan oleh pelaku untuk menekan nominal uang dan terjadi transaksi lanjutkan, sehingga pada saat korban keluar dari ATM, korban tidak mengambil uang tersebut,” ungkap Syamsul.
Salah seorang korban lainnya, Hawaisyatul Jannah, ikut bicara. Mahasiswi jurusan Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin ini mengaku, kejadian itu menimpanya pada bulan Maret lalu.
Saat itu, menurut Hawaisyatul, yang menjadi pelaku diduga dua anak tadi, WE dan RS.
Ia menambahkan, kejadian itu terjadi saat dirinya mengambil uang di ATM BRI yang terletak di Rumah Sakit Unhas.