32 C
Makassar
Tuesday, July 16, 2024
HomeNasionalIni Persiapan Kemenag untuk Haji Ramah Lansia

Ini Persiapan Kemenag untuk Haji Ramah Lansia

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag tahun ini mengangkat tagline Haji Ramah Lansia. Sejumlah persiapan dilakukan, salah satunya dengan menguatkan petugas layanan jemaah lansia.

Setelah tertunda karena pandemi, jemaah haji lansia tahun ini meningkat signifikan. Jumlahnya mencapai 67.000 atau sekitar 30% dari total kuota jemaah haji Indonesia.

“Kami telah siapkan langkah mitigasi layanan jemaah lansia. Apalagi, tidak adanya pendamping jemaah lansia dan penggabungan mahram,” terang Direktur Bina Haji, Arsad Hidayat pada acara Identifikasi dan Pemetaan Masalah Haji di Palembang, Selasa (3/5/2023), dilansir dari situs resmi kemenag.

“Sejumlah inovasi telah disiapkan, termasuk menyiapkan struktur khusus dalam organisasi Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) tahun ini,” sambungnya.

Nantinya, lanjut Arsad, ada Kepala Bidang Pelayanan Lansia dan Disabilitas, yang akan dibantu Kepala Seksi di setiap kantor daerah kerja (Daker). Di setiap sektor wilayah juga disiapkan 10 petugas haji ramah lansia yang siap melayani jemaah setiap saat.

“Hal ini kami susun, mengingat jemaah haji lansia yang berangkat tahun ini meningkat secara signifikan 30% dari kuota. Ini tentu membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak, khususnya pemerintah yang berkewajiban melindungi dan melayani jemaah hajinya,” lanjut Arsad.

Proses persiapan lainnya adalah menyiapkan buku panduan manasik haji dan umrah ramah lansia. Buku ini akan menjadi panduan dalam pelaksanaan manasik jemaah lansia, baik di Kankemenag Kabupaten/Kota maupun Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan.

“Pembimbing ibadah harus dapat menjelaskan beragam kemudahan bagi jemaah lansia dalam beribadah haji. Jelaskan mana yang wajib dan mana yang bisa diwakilkan,” imbau Arsad.

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah serta stakeholder yang terlibat terus mengidentifikasi masalah, menjalin komunikasi, serta memberika edukasi kepada jemaah. Ini penting agar jemaah mempunyai pemahaman yang valid serta tidak terpengaruh dengan hoax yang beredar.

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag tahun ini mengangkat tagline Haji Ramah Lansia. Sejumlah persiapan dilakukan, salah satunya dengan menguatkan petugas layanan jemaah lansia.

Setelah tertunda karena pandemi, jemaah haji lansia tahun ini meningkat signifikan. Jumlahnya mencapai 67.000 atau sekitar 30% dari total kuota jemaah haji Indonesia.

“Kami telah siapkan langkah mitigasi layanan jemaah lansia. Apalagi, tidak adanya pendamping jemaah lansia dan penggabungan mahram,” terang Direktur Bina Haji, Arsad Hidayat pada acara Identifikasi dan Pemetaan Masalah Haji di Palembang, Selasa (3/5/2023), dilansir dari situs resmi kemenag.

“Sejumlah inovasi telah disiapkan, termasuk menyiapkan struktur khusus dalam organisasi Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) tahun ini,” sambungnya.

Nantinya, lanjut Arsad, ada Kepala Bidang Pelayanan Lansia dan Disabilitas, yang akan dibantu Kepala Seksi di setiap kantor daerah kerja (Daker). Di setiap sektor wilayah juga disiapkan 10 petugas haji ramah lansia yang siap melayani jemaah setiap saat.

“Hal ini kami susun, mengingat jemaah haji lansia yang berangkat tahun ini meningkat secara signifikan 30% dari kuota. Ini tentu membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak, khususnya pemerintah yang berkewajiban melindungi dan melayani jemaah hajinya,” lanjut Arsad.

Proses persiapan lainnya adalah menyiapkan buku panduan manasik haji dan umrah ramah lansia. Buku ini akan menjadi panduan dalam pelaksanaan manasik jemaah lansia, baik di Kankemenag Kabupaten/Kota maupun Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan.

“Pembimbing ibadah harus dapat menjelaskan beragam kemudahan bagi jemaah lansia dalam beribadah haji. Jelaskan mana yang wajib dan mana yang bisa diwakilkan,” imbau Arsad.

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah serta stakeholder yang terlibat terus mengidentifikasi masalah, menjalin komunikasi, serta memberika edukasi kepada jemaah. Ini penting agar jemaah mempunyai pemahaman yang valid serta tidak terpengaruh dengan hoax yang beredar.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img