SULSELEKSPRES.COM – Meski masih Keju Feta namanya terbilang asing, akan tetapi jenis keju ini pada dasarnya sama dengan keju biasa yang sering dikonsumsi hanya bahan dasar nya yang berbeda.
Dari penulusaran sulselekspres.com, keju feta adalah keju yang terbuat dari susu domba atau kombinasi dari susu domba dan susu kambing. Keju feta memiliki banyak kandungan nutrisi seperti Kalori
Lemak, Protein, Karbohidrat, Riboflavin, Kalsium, Sodium, Fosfor, Vitamin B12, Selenium, Vitamin B6, Zinc, Vitamin A, Vitamin K, Folat, Asam pantotenat, Zat besi, Magnesium
Meski keju feta adalah sumber nutrisi yang baik, namun jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan tentu akan menimbulkan efek samping.
Berikut efek samping yang mungkin terjadi adalah:
Alergi
Alergi keju mirip dengan alergi susu karena disebabkan oleh protein di dalamnya yaitu casein atau whey. Alergi dapat menyebabkan gatal-gatal, mengi, sakit perut, hingga terjadi anafilaksis. Jika Anda sudah mengetahui bahwa produk olahan susu dapat memicu alergi, Anda harus menghindarinya.
Memengaruhi Kesehatan Jantung
Sekitar 2/3 lemak yang ditemukan dalam keju ini adalah lemak jenuh. Meski masih terbilang kecil dalam jumlah, namun jika Anda mengonsumsinya berlebihan (1/2 cangkir atau lebih per hari), hal itu bisa membahayakan kesehatan jantung dan memengaruhi kadar kolesterol tubuh. Penumpukan kolesterol berpotensi menyumbat pembuluh darah jantung.
Menimbulkan Penyakit Kronis
Selama proses pembuatan keju ini, biasanya garam ditambahkan ke dadih. Selain itu, selama penyimpanan, balok keju juga perlu direndam dalam air garam. Proses ini membuat keju memiliki kandungan natrium (sodium) yang tinggi.
Apabila Anda rutin mengonsumsinya, risiko untuk terkena penyakit stroke, penyakit ginjal, penyakit tekanan, dan penyakit jantung akan semakin tinggi. Jika Anda sensitif terhadap garam, salah satu cara mudah untuk mengurangi kandungan garam pada keju ini adalah dengan membilasnya dengan air sebelum memakannya.
Masalah Pencernaan
Keju feta adalah keju mentah yang mengandung laktosa tinggi dibanding keju lainnya. Jika Anda memiliki alergi atau tidak toleran terhadap laktosa, maka Anda harus menghindari keju ini. Gejala intoleransi laktosa biasanya terjadi 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsinya.
Beberapa gejala yang umum terjadi, antara lain kram perut, perut kembung, sering buang angin, mual, dan diare. Pada dasarnya, tingkat keparahan gejala tergantung pada berapa banyak laktosa yang Anda konsumsi.
Menyebabkan Gangguan pada Janin
Wanita hamil biasanya disarankan untuk menghindari konsumsi sayuran dan daging mentah, serta produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi, karena berpotensi terkontaminasi bakteri Listeria monocytogene. Keju feta yang dibuat dengan susu yang tidak dipasteurisasi tidak disarankan untuk ibu hamil.
Keju yang dibuat dengan susu yang tidak dipasteurisasi memiliki risiko lebih tinggi membawa bakteri dibandingkan keju yang dibuat dengan susu yang dipasteurisasi. Keju mentah memiliki risiko lebih tinggi untuk membawa bakteri daripada keju matang, hal itu disebabkan karena kadar air yang lebih tinggi.



