6. Gandum Utuh
Makanan Ini dikemas dengan nutrisi dan merupakan sumber magnesium dan serat yang baik untuk mencegah kanker. Nutrisi ini membuat pergerakan feses lancar dalam saluran pencernaan dan ini dapat mendorong senyawa penyebab kanker di usus besar. Cobalah makan gandum utuh sebanyak 90 gram setiap hari, oatmeal, roti gandum, dan beras merah adalah pilihan yang tepat.
7. Makanan yang Mengandung Quercetin
Dalam tes laboratorium, para ilmuwan telah menunjukkan bahwa quercetin dapat membantu menghentikan pertumbuhan kanker usus besar. Terlebih lagi, sebuah penelitian berbasis populasi pada 2010 terhadap 672 orang menemukan bahwa makan makanan yang mengandung quercetin dapat mengurangi risiko kanker usus besar. Quercetin secara alami ditemukan dalam makanan, seperti apel, bawang, dan beri.
8. Makanan Sumber Vitamin D
Menurut sebuah penelitian pada tahun 2010, kadar vitamin D yang tinggi dalam darah terkait dengan risiko kanker usus yang lebih rendah. Peneliti menganalisis data pada 1.248 orang dengan kanker kolorektal dan orang sehat dengan jumlah yang sama. Para peneliti menentukan bahwa mereka yang memiliki vitamin D yang tinggi memiliki risiko kanker usus besar berkurang hingga 40 persen dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar vitamin D di tingkat terendah.
Makanan pencegah kanker usus yang mengandung vitamin D adalah kuning telur, salmon, udang, tuna, jamur, minyak hati ikan kod, dan makanan yang diperkaya (susu sapi, susu kedelai, jus jeruk, sereal dan oatmeal)
9. Teh Putih dan Hijau
Teh putih dapat membantu menghambat pertumbuhan crypts yang menyimpang (cikal bakal kanker usus besar). Begitu pun dengan teh hijau yang dapat melawan kanker usus besar. Teh hijau telah diuji dalam penelitian berbasis hewan dan penelitian tabung reaksi.
Manfaat Ini khusus untuk kedua jenis teh, karena data ilmiah yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua jenis teh dapat mencegah kanker usus besar pada manusia.
10. Bawang Merah dan Bawang Putih
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Asia Pacific Journal of Clinical Oncology, ditemukan bahwa makan bawang merah, bawang putih, atau daun bawang sebanyak 50 gram dapat mengurangi risiko kanker usus besar.
Penelitian ini telah melibatkan 833 penderita kanker kolorektal dan 833 orang yang sehat berdasarkan usia, jenis kelamin dan tempat tinggal. Selain itu, informasi diet dan demografis mereka juga dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi makanan yang divalidasi.
Hasilnya, kemungkinan terkena kanker kolorektal sekitar 79 persen lebih rendah pada orang dewasa yang mengonsumsi bawang dalam jumlah tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi jumlah sedikit.



