25 C
Makassar
Thursday, February 12, 2026
HomeHukrimKapolri: Aset utamanya Polri adalah SDM bukan alutsista

Kapolri: Aset utamanya Polri adalah SDM bukan alutsista

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Jajaran institusi pengelolah Sumber Daya Manusia (SDM) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar Rakernis sejak hari ini hingga 15 Februari mendatang, di Swiss-Bel Hotel Makassar.

Rakernis SDM Polri tersebut memilih tema “SDM Polri Siap Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini, selain membahas tatakelolah SDM depan hari, sekaligus meluncurkan sejumlah aplikasi mobile resmi Polri.

Mengenai kegiatan itu, Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian menitipkan beberapa pesan penting menyangkut ihwal SDM pada institusi yang saat menampung 443 ribu sumber manusia.

BACA: Mendagri: Pemerintah, TNI-Polri Siap Fasilitasi KPU

“Polres boleh hancur, terbakar, tapi selama ada anggotanya, organisasi [Polri] tetap berjalan,” kata dia saat menyampaikan arahan kuncinya, Rabu (13/2/2019).

“Polri ini, adalah aset utamanya SDM bukan alutista.”

BACA: Jokowi Minta Dukungan TNI-Polri Soal Perubahan Global

Kata Tito, SDM di Polri dinilai sangat penting, sebab menurutnya, institusi SDM berbeda dengan institusi yang umumnya memiliki otoritas keamanan.

Tito mencontohkan, seperti pada saat Indonesia dilanda bencana. Beberapa gedung dan fasilitas milik Polri ada yang hancur.

“Tang terjadi di Lombok, beberapa polsek ada yang hancur. Anggotanya ada, berjalan. Gempa terjadi, tsunami [Sulteng] beberapa tempat kantor rusak, tetap berjalan,” tambah dia.

Saat bencana gempabumi dan tsunami di Palu misalnya, segala akses transportasi kebanyakan rusak, bahkan kota tersebut dilanda black out, sebab beberapa pembangkit listrik rusak lulu lantah.

“Saya datang ke sana, tanya Kapolda [Sulteng], Kapoldanya iya-iya tapi saya lihat melongo,” ulas Tito, “kenapa? Karena yang diperintah siapa? Di situ bintang 5 kek, wong tapi yang mau diperintah tidak ada, siapa yang diperintah?”

Saat situasi genting, SDM Polri diuji. Kata Tito, melalui itu SDM dianggap begitu penting bagi organisasi Polri.

“Anggotanya ndak tahu ke mana, ndak bisa dihubungi, HT juga mati. Akhirnya terjadi penjarahan, masyarakat panik. Bahkan ada anggota polisi ketangkap juga. Karen ikut menjarah, karena apa? Karena lapar, ingin ikut survive untuk keluarganya,” ujar Tito.

Karena itu, Tito menaruh harapan kepada pengelola SDM Polri yang tersebar di beberapa wilayah untuk lebih serius menata sumber manusia bagi Polri.

“Keberhasilan visi-misi Polri tergantung dari SDM. Itu lah SDM, aset utama Polri adalah SDM,” tandas Tito.

Penulis: Agus Mawan
spot_img

Headline

spot_img
spot_img