Denny JA mengingatkan pentingnya para penulis segera merespons zaman yang berubah. Katanya, tren yang terjadi sekarang, buku semakin kurang dibaca. Orang mulai berpaling dari membaca teks ke menikmati tontonan dalam bentuk audio visual, video, dan film.
Menurutnya, bukan minat baca yang menurun, melainkan cara orang menimba ilmu dan mencari hiburan yang berubah. Guru-guru tak hanya terbatas di ruang kelas, tapi di internet dan melalui berbagai platform media sosial. Ini kesempatan kita belajar, tapi sekaligus kesempatan kita menyebarkan ide, gagasan, kreativitas, dan tulisan dalam bentuk lebih menarik dan hidup.
Sempat pula dalam acara itu memberi pandangan Dr Nasir Tamara, Ketua Umum Satupena, periode pertama. Dia memuji perkembangan Satupena di bawah kepemimpinan Denny JA. Dia meyakini, 10 tahun ke depan Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena akan memberi dampak luas bagi masyarakat dan bangsa.
Satupena, merupakan organisasi penulis yang didirikan tahun 2017. Pada tanggal 31 Maret 2022 ini, menggelar rapat anggota tahunan yang pertama, sejak dipimpin oleh Denny JA. Penggagas puisi esai itu terpilih secara aklamasi tahun lalu, menggantikan Ketua Umum lama, Dr Nasir Tamara.
Sejak terpilih Denny JA melakukan banyak gebrakan di antaranya penyelenggaraan webinar mingguan, penerbitan 100 buku paling berpengaruh, dan talksow. Selain itu, juga menyelenggarakan diskusi buku dan musik, dan terakhir, yang amat penting, pendirian organisasi penulis Satupena di 34 provinsi.



