SULSELEKSPRES.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 10 Agustus 2021 di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Sejahtera Lewat Dunia Digital”.
Program kali ini menghadirkan 1.062 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari pendiri media digital Tana Poso, Gunawan Primasatya; relawan TIK Indonesia, Bang Mihram; akademisi, Muh. Ikhwan; dan Ketua Forum TBM Sintuwu Maroso Poso, Agus Saleh Tampakatu. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Made Dewi Adnjani dari Japelidi Unissula. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama adalah Gunawan yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Peran Literasi Digital di Dunia Lokapasar”. Menurut dia, konsistensi menjadi kunci kesuksesan bisnis digital. Ini meliputi mempelajari dan mengenal kelebihan dan fitur platform, manajemen relasi dengan pelanggan, serta memperluas traffic dengan kecakapan marketing digital.
Berikutnya, Bang Mihram menyampaikan materi budaya digital berjudul “Mengubah Pola Pikir Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Ia mengatakan, era kemajuan digital memudahkan kita dalam berbagai aktivitas, termasuk transaksi dan belanja daring yang bisa memicu budaya konsumtif. Untung menghindarinya, pisahkan antara kebutuhan dengan keinginan, buat skala prioritas, lalu disiplin dalam menjalankan rencana anggaran belanja, menabung, dan investasi.
Sebagai pemateri ketiga, Muh. Ikhwan membawakan tema budaya digital tentang “Peran Literasi Digital Mengubah Pola Pikir Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, kunci menghindari perilaku konsumtif adalah memastikan apa yang kita beli adalah kebutuhan, bukan sekadar keinginan. “Hindari kemubaziran, karena orang yang mubazir itu temannya setan,” pesannya.
Adapun Agus, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”. Ia mengatakan, untuk melindungi diri dari pelanggaran hak cipta, jangan pernah gunakan karya/kreasi orang lain secara komersial tanpa seizin pemegang hak cipta, cantumkan informasi sumber pada penggunaan karya cipta, dan legalkan/daftarkan karya cipta ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan tersebut dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Panitia memberikan hadiah uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi sepuluh penanya terpilih. Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang apa yang harus diperhatikan dalam memulai usaha daring. Narasumber menjelaskan bahwa yang terpenting adalah memulai dengan data target pasar. Kita bisa melakukan riset sederhana di daftar kontak whatsapp terkait kebutuhan dan jangkauan harga yang bisa mereka diterima.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.



