28 C
Makassar
Friday, February 13, 2026
HomePolitikKPU Makassar Mewanti-wanti Kandidat Agar Tak Bawa Massa

KPU Makassar Mewanti-wanti Kandidat Agar Tak Bawa Massa

PenulisWidyawan
- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Makassar mewanti-wanti kepada setiap kandidat agar tidak membawa massa pada saat penetapan calom dan pengambilan nomor urut.

Diketahui, besok, Rabu (23/9/2020) KPU Makassar akan menetapkan bakal pasangan calon menjadi pasangan calon. Untuk mengantisipasi kerumunan, KPU hanya mengundang Liaison Officer (LO) kandidat saja.

“Yang kita undang untuk penetapam itu cuma LO. Jadi tidak ada kerumunan. Masing-masing kandidat cuma satu LO,” ujar Komisioner KPU Makassar Divisi Teknis, Gunawan Mashar, saat ditemui di kantor KPU Makassar, Selasa (22/9/2020) siang.

Penetapan calon ini akan diawali dengan rapat pleno tertutup, kudian dilanjutkan dengan penyerahan berita acara dari KPU Makassar kepada LO kandidat dan Bawaslu Makassar.

“Kita awali dengan rapat pleno tertutup , kemudian dilanjutkan dengan menyerahkan berita acara ke LO dan Bawaslu,” jelas Gunawan.

Selain iu, KPU juga akan meminta kepada LO kandidat untuk menyampaikan kepada para kandidat agar mereka membuat rekening kampanye.

“Juga meminta paslon membuat rekening dana kampanye,” terang Gunawan.

Sehari setelah penetapan calon, tepatnya pada hari Kamis (24/9/2020) KPU akan melakukan undian nomor urut untuk kandidat. Pengundian ini bakal dilakukan di Hot Harper Perintis, jalan Perintis Kemerdekaan, Sudiang, kota Makassar.

Dalam pengundian tersebut, KPU hanya mengundang sekitar 70 orang, yang terdiri dati unsur panitia, KPU, Bawaslu, kandidat, dan Forkopimda.

“Paslon cuma boleh bawa 10 orang. Kapasitas balroom 70 orang. Tapi dibatasi hanya 70 atau 80 orang saja, itu terdiri dai unsur Paslon, Panitia, dan beberapa undangan,” beber Gunawan.

Dalam momentum ini, KPU bakal menerapkan protap Covid-19 yang ketat. Sebab pasca pengundian nomor urut, KPU langsung melakukan deklarasi Protap Covid-19 dan deklarasi anti Money Politic.

“Protap Covid-19 lebih ketat. Wajib masker, kaos tangan, face shield. Mic pakai pembungkus. Dokumen dan properti yang dibawa harus disemprot disinfektan. Setelahnya kita lakukan deklarasi bersama kandidat dan Forkopimda,” jelas Gunawan.

Teknis pengundian sendiri bakal diawali dengan pengambilan nomor gilir. Peserta yang mengambil nomor gilir terendah akan diberi kesempatan mengambil nomor urut paling pertama.

“Model pengundian didekatkan dengan tema Covid. Mengambil nomor gilir secara bersama-sama. Yang rendah nomornya paling pertama ambil nomor urut,” tutup Gunawan.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img