Longsor, 5 Hari Jalan Penghubung Kecamatan Tertimbun Material

Warga bekerja bakti, untuk membuka akses jalan yang tertimbun dengan material longsor, dengan menggunakan alat seadanya, tanpa bantuan dari pemerintah setempat dan BPBD Toraja Utara/ IST

RANTEPAO, SULSELEKPRES.COM – Material longsor yang menutupi badan jalan poros penghubung Kecamatan Rantebua dengan Kecamatan Buntao’ Kabupaten Toraja Utara, Hingga saat ini belum ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara, longsor ini sudah 5 hari terhitung sejak jumat (24/11/2017) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita.

Material longsor berupa bebatuan yang bercampur lumpur, menyebabkan pengendara baik roda dua yang melintas, harus rela kotor oleh lumpur, selain itu jalannya licin dan sulit dilalui kendaraan bermotor.

Longsor sekitar 15 meter itu berada di Desa Sapan Kua-Kua, Kecamatan Buntao’, yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Bokin, Kecamatan Rantebua.

Selain menutupi badan jalan, dua rumah warga Tangdanun, Desa Sapan Kua-Kua juga terancam tertimbun longsor, saat ini penghuni rumah tersebut sudah tidak lagi menginap di rumah mereka dikarenakan takut ada longsor susulan mengingat intensitas hujan pascalongsor masih tinggi.

Alsin, salah satu warga yang ikut terancam tempat tinggalnya mengaku, selama ini belum ada pihak pemerintah setempat yang datang meninjau lokasi longsor, baik itu dari aparat desa maupun petugas dari Pemkab Toraja Utara. Pihaknya berharap, pemerintah segera mengambil langkah antisipasi longsor susulan.

“Sudah lima hari pak kejadiannya, namun belum ada baik dari aparat Lembang (Desa), maupun dari BPBD yang datang meninjau langsung kondisi disini, kami berharap Pemerintah segera menindak lanjuti mengingat rumah kami juga ikut terancam, tertimbun material longsor,” Harap Alsin, Warga Tangdanun, saat ditemui di kediamannya, Selasa (28/11/2017).

Pemerintah dituding tidak menangani persoalan tersebut, padahal akses jalan itu bagian dari akses utama warga kecamatan.

Selain itu material longsor yang dibiarkan dibadan jalan poros tersebut dapat menghambat perekonomian warga di empat kelurahan dan desa tersebut.

BACA JUGA :  Warga Tinggimoncong Gotong Royong Bersihkan Material Longsor

Saat ini jalan poros tersebut sudah dapat dilalui oleh kendaraan bermotor, berkat kerja keras warga setempat dengan menggunakan alat seadanya untuk membuka akses jalan secara darurat agar warga tidak terisolir.