25 C
Makassar
Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaRagamMay Day 2019, Komunitas LGBTQ di Makassar Desak Hapuskan Diskriminasi di Lingkungan...

May Day 2019, Komunitas LGBTQ di Makassar Desak Hapuskan Diskriminasi di Lingkungan Kejra

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM– Pada momentum hari Buruh sedunia atau May Day 2019, Kelompok Sehati Makassar yang selama ini memperjuangan hak komunitas minioritas seksual Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) mendesak para pemilik perusahaan agar menghapuskan segala bentuk tindakan diskrimasi yang terjadi di lingkungan kerja.

“Kita sama-sama memiliki persoalan yang sama, bahwa kita tidak diberikan ruang dari negara untuk berekspresi, dan kita tidak diberikan hak hak kita sebagai warga negara. Walaupun sebenarnya dalam kebijakannya sudah tertulis namun implementasinya ketika dilapangan, itu tidak sesuai,” kata Ketua Sehati Makassar, Eman, di bawah jembatan layang Fly Over, Makassar, Rabu (1/5/2019).

BACA: Hari Buruh, AJI Makassar Kecam Kekerasan Jurnalis di Bandung

Eman mengaku, tidak hanya kelompok buruh dan mahasiswa saja yang menjadikan kelompok pemodal dalam perusahaan sebagai musuh. baginya, siapa pun yang merampas hak hak kemanusiaan itu adalah musuh yang harus dilawan.

“Nah saat ini kami turun bersama dengan kelompok buruh mahsiswa dan petani, untuk sama sama bergerak, bahwa musuh kita itu sama, yakni; kelompok pemodal. Ketika kita jalan dengan isu masing masing, kita tidak akan bisa mendapaykan hak hak kita. jadi kita harus menyatukan aspirasi kita,” jelas Eman.

BACA: Demonstrasi May Day dan Cerita Pedagang Asongan

Ketua Sehati Makassar mengatakan, tidak sediikit dari mereka [kelompok minioritas seksual LGBTQ] tepaksa kehilangan pekerjaannya karena ketahuan menunjukkan ekspresi dan identitasnya.

“Banyak teman temanku itu yang bekerja, ketika ketahuan, menunjukkan ekspresi dan identitasnya, terpaksa dia harus keluar,” kata Eman.

“Misalnya ada teman teman perempuan yang maskulin, ketika untuk nyaman di tempat kerjanya, mereka harus memakai jilbab,” jelas Eman.

BACA JUGA :  Sulsel Rayakan May Day dengan Gerak Jalan Santai dan Malam Ramah Tamah 

Olehnya itu, pada momentum hari Buruh Sedunia atau May Day yang digelar setiap 1 Mei, Eman mewakili Kelompok Sehati, turut menuntut para pengambil kebijakan di ruang lingkungan kerja, agar tidak melakukan tindakan tindakan yang berbentuk diskriminasi terhadap komunitas minioritas seksual LGBTQ.

“Nah hal hal seperti itu sebenarnya, kita ingin tahu, bagaimana bagaimana sih perusahaan perusahaan itu menjalankan aturan dengan prinsip prinsip hak asasi manusia,” tuturnya.

Penulis : Efrat Syafaat Siregar
spot_img

Headline