SULSELEKSPRES.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani angkat bicara terkait tudingan Rachmawati Soekarnoputri yang menyatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melakukan makar.
Rachmawati menuding bila Megawati telah melakukan makar saat menjadi wakil presiden dari presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada tahun 1999-2001.
BACA: Ruhut Sitompul Sebut Pendukung Garang Prabowo Mulai Layu
Mengenai itu, Puan, hanya berseru untuk tidak saling menghujat di tengah bulan suci Ramadan ini dan berbicara yang tak positif.
“Jadi tidak usah di bulan Ramadan yang suci ini kemudian saling menghujat, saling bicara yang tidak baik dan hawanya tidak positif,” kata Puan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (14/5/2019).
Untuk itu, Puan mengajak semua pihak agar menunggu hasil penghitungan resmi KPU pada 22 Mei mendatang. Menurutnya, dalam setiap pesta demokrasi lima tahunan tersebut pasti ada yang menang dan kalah.
BACA: Singgung Luhut, Prabowo: Bolak Balik Minta Ketemu
“Jadi harusnya kalau nanti kemudian tanggal 22 Mei itu kemudian ditentukan pemenangnya, ya harusnya semuanya bisa sama-sama legowo,” ujar politikus PDIP itu.
“Hasil tersebut lah yang harusnya bisa diterima oleh semua pihak,” katanya.
Dalam perhelatan politik, Rachmawati dan Megawati berbeda pilihan meski keduanya merupakan saudara. Rachmawati mendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pemilu 2019.
Sebelumnya, Rachmawati menuding Megawati melakukan makar saat menjadi wakil presiden pendamping presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (1999-2001). Tudingan ini buntut dari tuduhan makar terhadap Kivlan Zen.
“Kalau mau bicara secara objektif yang disebut makar itu adalah Megawati Soekarnoputri,” ujar Rachmawati di kediamannya di Jalan Jati Padang Raya, Jakarta, dikutip dari CNNIndonesia, Senin (13/5/2019).
Penulis: Agus Mawan



