MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, meminta kepada Kepala Kanwil Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional dan seluruh jajarannya untuk bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota untuk sama-sama sederhanakan birokrasi.
Menurut Nurdin, birokrasi yang panjang dan lama merupakan satu dari sekian banyak faktor yang menyebabkan harga tanah di Sulsel tinggi.
BACA: Curi Rp49 Juta Demi Berfoya-foya, Seorang Remaja Ditangkap
Untuk itu, Ia meminta kepada jajaran pimpinan dan staf ATR /AGR untuk bersama-sama pemerintah provinsi untik memangkas birokrasi yang berbelit-belit.
“Harga rumah di Sulsel termahal di Indonesia. Di antara komponen penyebab mahalnya harga rumah dan biaya investasi tinggi adalah birokrasi yang panjang,” jelasnya saat upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional ke 58 tahun 2018 di halaman Kanwil ATR/AGR Makassar, Senin 24 September 2018.
BACA: Mahasiswa Pertanyakan Kebijakan Impor Beras ke DPRD
Pemprov Sulsel dibawah kendalinya, bakal memulai kerja dengan memangkas prosedur perizinan yang alot.
“Program 100 hari saya sederhanakan administrasi. Reformasi semua unsur yang membuat birokrasi mahal dan lama,”jelasnya.
Kalau birokrasi sederhana, kata Nurdin, dapat memangkas biaya. Invetasi akan banyak. Lapangan kerja terbuka banyak.
“Dengan cepat kita dapat menekan angka pengangguran memperkecil jumlah warga yang miskin,” ujarnya.



