Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Bajoe Muhammad Asgar membenarkan pelayaran kembali dibuka menyusul cuaca tergolong sudah aman berlayar dengan ketinggian ombak satu hingga dua meter. Selain itu, salah satu Kapal yang ditumpangi penumpang KMP Mishima sudah diberangkatkan.
“Hari ini kita buka kembali pelayaran dari Pelabuhan Bajoe menuju Pelabuhan Kolaka, ada dua kapal yang dijadwalkan berangkat, yakni KMP Mishima. Kemudian menyusul KMP Mandala yang rencananya bakal menyusul juga pada pukul 17.00 Wita, menuju Kolaka,” katanya dalam keterangan rilisnya. Senin, (13/01) siang.
Kendati demikian, kata Asgar, pelayaran Bajoe-Kolaka tidak menutup kemungkinan akan ditutup apabila cuaca kembali ekstrem.
“Kalau ada instruksi dari pusat dan BMKG lagi maka tentunya kita tutup kembali, ini demi keselamatan penumpang,” tambahnya.
Diketahui, Syahbandar Pelabuhan Bajoe sudah mengeluarkan surat perintah untuk melakukan pemuatan dan ijin berlayar, namun Untuk mengantisipasi membludaknya penumpang, pihak otoritas pelabuhan Bajoe melakukan sistem buka tutup.
Sebelumnya, pelayaran dari Pelabuhan Bajoe ke Kolaka sempat tertunda sejak Minggu (12/1) kemarin dan ditutup. Hal itu, dikarenakan menyusul ombak tinggi di jalur penyeberangan Bajoe-Kolaka dalam status waspada. Ketinggian ombak di wilayah Teluk Bone bagian selatan berkisar 2,5 meter sampai 4 meter.
BACA: Banjir, Pemprov Minta Bupati Barru Percepat Kebutuhan Korban
Penutupan Pelabuhan Bajoe terhitung sejak tanggal 12 Januari 2020 hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal itu tidak lepas cuaca ekstrem yang melanda perairan laut Bone akan berdampak pada pemberangkatan Kapal Ferry dari Bajoe menuju Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Kondisi tersebut harus dilakukan oleh pihak pelabuhan penyeberangan Bajoe, lantaran dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi kondisi cuaca ekstrem, saat ini.



