MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono turut berduka atas Gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (29/7/2018) lalu.
Terlebih dari 16 korban yang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 6,4 skala richter ini, salah seorang diantatanya adalah warga Sulsel.
Atas bencana ini, Sumarsono menyatakan pihaknya siap memberikan bantuan kepada korban gempa bumi di NTB.
Kendati demikian, untuk saat ini kata Sumarsono penyalurannya masih menunggu koordinasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca: Gempa dan Longsor Rinjani, Satu Pendaki Asal Makassar Tewas
“Sementara waktu kita masih berkoordinasi, jadi sifatnya bantuan antara pemerintah, kalau bantuan antar Pemda dilakukan oleh BNPB, kita tunggu sinyal koordinasi dari BNPB. Selama BPBD setempat masih bisa menangani,” kata Sumarsono.
Namun tidak menutup kemungkinan, sembari menunggu koordinasi, Sumarsono mempersilahkan masyarakat untuk menyalurkan bantuan secara individual.
Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri ini, menyebutkan sampai sejauh ini pihak Pemprov NTB masih dapat menanggulao masalah korban serta pengungsi.
Apalagi kata Sumarsono pemerintah pusat, termasuk Presiden Joko Widodo sudah turun langsung memimpin penanganan bencana.
“Bantuan Presiden juga sudah masuk. Kalau kita langsung masuk itu akan melipah itu bahaya, satu kalau itu berupa makan akan busuk kalau barang bisa salah sasaran,” sebutnya.
Baca: Gempa dan Longsor Rinjani, Pemprov Serahkan Jenazah Ainul Takzim ke Keluarga
Pemprov Sulsel siaga kapan saja untuk mengirimkan bantuan, sama ketika terjadi bencana lainnya seperti Tsunami di Aceh.
Terkait satu warga Sulsel yang meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Sumarsono menyebutkan saat ini masih dalam proses evaluasi. Seperti diketahui Moch Ainul Takzim meninggal setelah tertimpa longsoran akibat gempa.
“Sementara dalam koordinasi kepolisian dan TNI. Kalau mau dibawah ke sini akan ada proses, ada protokolernya, kita akan berikan dukungan atau bantuan duka cita,” jelasnya.
Data dari BNPB korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Barat berjumlah 16 orang. Selain korban meninggal, 355 warga juga menderita luka-luka pasca gempa bumi tersebut.






