Pisang Manis, Mantra Para Nelayan Bugis-Makassar

Suasan para nelayan di Pelelangan Ikan Pelabuhan Paotere, Makassar, Sabtu (19/8/2017). foto: Sulselekspres.com/Jusrianto

Menjadi seorang nelayan ternyata bukan soal bagaimana cara menggunakan kapal saja, lalu kemudian siap untuk melaut, akan tetapi ada mantra dan syarat-syarat yang harus dilakukan sebelum dan setelah berada di lokasi penebaran jaring.

Hal ini diungkapkan Muhlis, salah seorang nelayan yang berasal dari Pulau Sarappo Caddi, Kabupaten Pangkep. Menurutnya, tak sembarang orang pergi melaut, pasti ada-ada saja tradisi yang dilakukan.

“Kalau dari tradisi leluhur saya, sebelum pergi melaut ada mantra-mantra Bugis-Makassar yang dibaca setelah itu membaca Surat Al-Fatihah dan memohon kepada tuhan semoga perjalan bisa sampai ke tujuan dan kembali dengan selamat pula,”kata Muhlis saat diwawancarai Sulselekspres.com di Pelelangan Ikan Pelabuhan Paotere, Makassar, Sabtu (19/8/2017).

Muhlis yang berprofesi sebagai nelayan selama 16 tahun itu jika ingin melaut harus membawa pisang manis dan itu merupakan kewajiban dalam tradisi leluhurnya.

“Pisang manis ini fungsinya untuk diletakkan di tempat dimana saya akan menyebar jaring. Sebelum diletakkan terlebih dahulu saya harus membacakan Mantra-mantra Bugis-Makassar. Alhamdulillah ketika saya melaut saya tidak pernah pulang dengan tangan kosong,”tandas Muhlis.

BACA JUGA :  SYL Bertemu Appi di Hotel Aryaduta, Ada Apa?