24 C
Makassar
Sunday, April 5, 2026
HomeMetropolisPlt Gubernur Sulsel Hadiri Ritual Adat Mattompang Arajang di Bone

Plt Gubernur Sulsel Hadiri Ritual Adat Mattompang Arajang di Bone

PenulisYusnadi
- Advertisement -

BONE,SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten Bone menggelar ritual adat Mattompang Arajang atau membersihkan benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Bone di masa lampau.

Ritual adat Mattompang Arajang merupakan salah satu rangkaian HJB ke-691 tahun dipusatkan di halaman Kompleks Rujab Bupati Bone, Rabu (7/4/2021).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam.

Selain itu, ada pula anggota DPR RI, Andi Rio Idris Padjalangi serta anggota DPRD Provinsi Sulsel yang putra daerah Bone.

Bahkan, hadir juga Bupati dan Wakil Bupati baik dari Sulsel maupun dari luar Sulsel yakni Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong, Wakil dan Bupati Wajo Amran.

Sedangkah Wakil Bupati Mamuju Ado Mas’ud, Wakil Bupati Kartanegara Rendi Sholihin, serta Wakil Bupati Tanah Bumbu, Muhammad Rusli

Adapun benda-benda yang disucikan diantaranya Latea Riduni, Lamakkawa, Lasalaga, Teddung Pulaweng, dan Sembang Pulaweng, dan benda kerajaan lainnya peninggalan Raja Bone Ke-15 Arung Palakka.

Benda-benda kerajaan itu tersimpan dengan baik di Museum Arung Palakka (Museum Arajange) yang berada di Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone.

Bupati Bone Dr. H. A Fahsar M Padjalangi mengucapkan terima kasih kepada pejabat dan tokoh asal Bone menghadiri Mattompang Arajang.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bone mengucapkan terima kasih atas kesediaan untuk hadir secara bersama-sama di Bumi Arung Palakka, betapa besar tepedulian terhadap kabupaten Bone wujud nyata sinergitas positif dalam proses penyelenggaraan pemerintahan,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan A Fahsar, dampak pandemi Covid 19 mempengaruhi seluruh sektor termasuk Peringatan Hari Jadi Bone yang tidak dilaksanakan tahun 2020 yang lalu.

“Namun tahun ini dilaksanakan sangat sederhana dengan protokol kesehatan serta tetap mempertahankan nuansa kebersamaan untuk mengingat sejarah history kejayaan Kerajaan Bone di masa lampau,” lanjutnya.

Ia pun menyebutkan Momen Mattompang Arajang dilaksanakan sebagai momentum merefleksikan kerajaan Bone masa lampau tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga hampir di beberapa bagian dunia mengenal bahkan memiliki sejarah dengan kerajaan Bone.

“Prosesi Mattompang Arajang rutin dilaksanakan setiap tahunnya dimulai tahun 1990 prosesi untuk membersihkan pusaka Kerajaan Bone, Perlu kami tegaskan bahwa Mattompang Arajang bukan untuk mengkultuskan benda benda pusaka yang diwariskan kepada kami. Namun ini merupakan bentuk penghargaan kepada leluhur atas kebesaran yang mereka raih dan salah satu kegiatan untuk menjaga tradisi bugis,” sebutnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan beberapa program pembangunan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi serta Pemkab Bone. Demikian juga terkait rencana program ke depan.

Diantaranya yang disampaikan pembangunan jalan dan jembatan, pengembangan bandara di Bone, bantuan keuangan Rp 200 miliar serta program vaksinasi serta kebijakan yang diambil pemerintah jelang Ramadhan seperti mengizinkan untuk salat Tarawih dengan syarat protokol kesehatan serta rencana sekolah tatap muka secara terbatas.

“Pembangunan yang kami lalukan berbasis kebutuhan. Dan yang paling penting dan diraskaan dengan baik,” kata ASS.

Andi Sudirman Sulaiman juga menyampaikan pesan kearifan lokal melalui sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi, serta saling mendukung.

“Adapun maknanya, sipakatau berarti saling memanusiakan, sipakainge berarti saling mengingatkan agar setiap individu terhindar dari perbuatan menyimpang, dan sipakalebbi berarti saling menghargai serta saling memuji satu sama lain. Sebagai pemimpin di Sulsel harus memberikan pelayanan kepada rakyat. Sehingga dukungan diperlukan untuk sama-sama melakukan perbaikan di Sulsel,” pesannya.

“Kami sekarang adalah pelayan rakyat. Kami mencoba bersama-sama memperbaiki. Saya ingin memperbaiki, bahwa tidak perlu mengenang saya, tetapi pekerjaan kita kerjakan secara bersama,” ucapnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img