“jemaah bagaimana? yang sudah membayar? yang sudah menabung berapa tahun kasian. tidak ada penyelesaian, dan akan menjadi tuntutan jemaah ketika mereka tidak bisa terpenuhi hak-haknya, dan ujung-ujungnya yang dituntut adalah pemerintah sebagai yang memutuskan masalah ini,” ringkasnya.
Sementara itu, Harun berharap kepada pemerintah untuk melihat perkara ini sebagai masalah keummatan dan dirinya juga meminta kepada media untuk proporsional dalam memberitakan kisruh PT. Abu Tours.
“Seharusnya media, juga proporsional melihat apa yang terjadi, mereka tidak melihat jemaah yang sudah menunggu, bagaimana perasaannya, lalu diberitakan, ini yang kita kecewakan pada media-media,” harapnya.
Hingga kini, pihak Agen bersama PT. Abu Tours masih tetap mencari jalan untuk memberangkatkan jemaahnya.
Harun mengaku tidak akan tinggal diam, dalam dekat ini pihaknya akan menggelar rapat khusus dalam menanggapi masalah yang terjadi.
“Insyallah kami tinggal diam, mungkin hari ini atau besok kita akan rapat bagaimana menaggapi masalah ini, karena tidak bisa juga dibiarkan ini, betul-betul masalah yang tidak bisa kita tinggal diam, kami tetap berupaya mencari jalan,” akunya.
Kendati demikian, ditengah memperjuangkan jemaah, pihaknya belum bisa banyak berbicara soal langkah selanjutnya.
Ia juga menyayangkan, ditengah jemaah yang menambah dana masih bergulir, desakan penjabutan izin dan penahanan Bos Abu Tours yang menurutnya sangat tentensius justru juga berjalan.
“InsyaAllah ada upaya-upaya lanjutan untuk memperjuangkan jamaah tapi kami belum bisa banyak bicara.
Nanti kalau sudah jelas langkahnya baru saya sampaikan,” tutupnya.
Penulis : Agus Mawan



