3. Menjaga kadar gula darah
Mengonsumsi teh hitam tanpa gula dinilai dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes, terutama diabetes tipe 2. Hal ini berkat peran senyawa flavonoid jenis katekin dan teaflavin yang diduga mampu meningkatkan kadar dan fungsi insulin dalam tubuh, sehingga membuat kadar gula darah menjadi lebih mudah terkontrol.
4. Melancarkan peredaran darah
Senyawa flavonoid yang terkandung dalam teh diketahui dapat melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh dan menjaga kesehatan dinding pembuluh darah. Tak hanya itu, kandungan senyawa tersebut juga diduga dapat mencegah pembentukan plak di pembuluh darah.
Teh untuk Menghidrasi Tubuh Saat Puasa
Ada anggapan bahwa mengonsumsi teh saat sahur bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan saat berpuasa. Anggapan ini muncul karena teh mengandung sejumlah kafein yang memiliki efek diuretik, sehingga dapat menyebabkan lebih sering buang kecil dan akhirnya memicu dehidrasi. Benarkah demikian?
Studi mengungkapkan bahwa mengonsumsi teh dalam jumlah yang berlebihan atau lebih dari 6 cangkir per hari memang berpotensi menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Namun, selama Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup, teh tidak akan memicu dehidrasi.
Bahkan, sebuah studi lain menyebutkan bahwa teh hitam dinilai mampu menghidrasi tubuh seperti halnya air putih, bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Selain itu, Anda juga perlu memastikan agar tidak mengonsumsi teh pada waktu makan, setidaknya tunggu dahulu 1 jam setelahnya.



