1. Nurdin Halid (Lahir 17 November 1958)

Weton atau hari lahir Nurdin Halid adalah Senin Legi. Orang yang lahir diwaktu ini disebut suka berkeliling dan melihat-lihat dunia, entah secara fisik ataupun secara intelektual. Mereka juga suka berdebat, tidak bersifat antagonis. Kalangan ini sebenarnya terlalu sopan bahkan untuk bermimpi menyakiti perasaan orang lain. Konon mereka juga sangat murah hati. Tampaknya, mereka memiliki kepribadian yang cemerlang jika saja mereka mau berhenti mencampuri urusan orang lain.
KEADAAN UMUM
Orang yang terlahir pada tanggal 10 November – 22 Desember, termasuk di dalam kedudukan mangsa “KANEM” yang lamanya orbit 43 hari dan ditandai dengan candra “Rasa Mulya Kasuciyan” yang berarti mendapatkan rasa bahagia karena perbuatan baik. Mangsa tersebut dibawah kekuasaan Batara Guru. Kedudukan Mangsa di Barat Daya dan saat itu musim hujan.
Batara Guru adalah Dewa yang merajai para Dewa. Pada awal keberadaannya bernama Manikmaya. Konon bercahaya putih gemerlapan. Menurut sabda Sang Hyang Tunggal bahwa Manikmaya kelak akan berkuasa dan berparas rupawan tanpa cacat. Tetapi ketika Manikmaya mendengar itu terbersitlah di dalam hatinya suatu kesombongan dan bangga.
Sang Hyang Tunggal mengetahui apa yang terbersit di dalam hati Manikmaya itu dan tidak berkenan. Maka disabdanya bahwa karena sifatnya itu kelak Manikmaya akan mendapatkan beberapa cacat pada tubuhnya.
Dalam gambaran sang Manikmaya itu, tenyata akan menurun pula pada orang yang terlahir mangsa “KANEM” terkadang timbul suatu rasa bangga diri. Kemudian menyingkirkan jauh-jauh perasaan bangga diri itu diganti dengan perbuatan untuk kebaikan orang lain. Orang “KANEM” bila diperlukan, dia rela untuk berkorban.
Penampilannya sangat simpati dan optimis, didalam pergaulan sangat disenangi oleh kawan-kawannya. Pandai bergaul dan dia sangat membenci kepalsuan.
Ada pula yang sangat ditakuti adalah kesepian. KANEM sangat menyukai pergaulan, senang bersahabat, dan berorganisasi. Karena sikapnya yang tegas dan julur, maka orang Kanem sering dapat menduduki tempat yang teratas. Begitu pula dalam pekerjaan. Tercapainya jenjang karier yang tinggi dan dihormati orang setelah usia di atas 30 tahun. Seperti juga Sang Manikmaya setelah kejadian sabda-sabda Hyang Tunggal, barulah dia mantap dan benar-benar sadar. Kemudian menjalani kehidupan sebagai Batara Guru yang memegang keadilan, kekuasaan, dan disembah para Dewa dan Umat.
Pada umumnya kehidupan maupun nasib orang kelahiran Mangsa Kanem pada masa kanak-kanak kurang layak. Keluarganya mendapat ujian yang sangat berat. Ada-ada saja derita yang menimpa, kegagalan orang tua dalam usaha, dagang, maupun pekerjaan lain hingga menganggur. Kemelaratan, mungkin juga orang tuanya bercerai dan keluarga itu berantakan. Hingga kehidupan orang mangsa “KANEM” itu menjadi suilt. Bahkan tidak jarang pula orang “Kanem” ditinggal mati oleh kedua orang tua pada usianya yang masih kanak-kanak.
Seperti diuraikan terdahulu, penderitaan itu yang mendewasakan dirinya. Manikmaya terus berjuang mengatasi segala penderitaan karena Sabda Hyang Tunggal. Kemudian perjuangan dan ketabahan, serta kemauan yang keras untuk mau memperbaiki sifat-sifatnya yang kurang baik. Setelah menemukan kebenaran, barulah Hyang Tunggal mengampuni dan dinobatkan menjadi Raja dari semua Dewa dan penguasa tertinggi. Maka bergelar Batara Guru. Begitulah orang kelahiran mangsa Kanem, banyak derita yang diterimanya ketika masih kanak-kanak. Barulah setelah dewasa, budi pekertinya mencapai kesadaran. Kejujuran, senang membela yang lemah, bahkan mau berkorban demi orang lain, pada saat-saat itulah keberuntungan mulai menghampirinya.
Dapat juga terjadi bahwa dia mendapat pertolongan dari orang lain yang bersimpati padanya. Atau pun dia akan mendapatkan jodoh dari orang yang kaya, sehingga dia akan mendapat kedudukan yang tinggi dan kaya raya serta banyak sahabat dan handai taulannya.
Baca: Nurdin Halid: Hujan Emas di Kampung Orang, Hujan Batu di Kampung Sendiri
Uraiaan diatas nampak begitu berkesesuaiaan dengan kisah hidup Nurdin Halid. Dalam beberapa kesempatan Nurdin Halid kerab menceritakan masa kecil hingga kehidupan keras dalam hal ekonomi dalam keluarganya.
Bapak dan ibunya, meski tidak berlebihan dalam hal ekonomi, tapi punya satu sikap yang akhirnya mengantar mereka menjadi seperti sekarang ini. Keduanya sangat kuat mendorong untuk bersekolah.
“Kenapa saya selalu mengenang bapak dan ibu saya? Karena merekalah sumber inspirasi dan motivasi. Ibu saya sangat ulet. Hampir buta huruf. Tahu bahasa Indonesia karena anak. Tapi dorongan agar anak sekolah sangat luar biasa,” beber Nurdin Halid beberapa waktu lalu.
KEADAAN FISIK
Keadaan dan bentuk tubuh orang kelahiran mangsa “KANEM” pada umumnya adalah serasi dan menarik. Tubuhnya tinggi, tidak gemuk tetapi sedang, wajahnya terang berseri berbentuk bulat telur, rambut hitam tebal. Matanya bulat dan bersinar terang, mulutnya lebar dengan bibir sedang, giginya bagaikan mutiara, hidungnya mancung.
Tetapi di balik semua yang indah dan serasi itu, orang mangsa “KANEM” mempunyai kelemahan tulang, baik tulang kaki maupun pada tulang belakang, sehingga ada kemungkinan dapat lumpuh maupun bungkuk pada usia di atas 30 tahun.
Dengan diketahui kelemahan ini maka lebih utama menjaganya, dari pada mengobati setelah terlanjur. Berolahraga, dan keteraturan makan sayur-sayuran terutama yang mengandung zat kapur misalnya kol.
KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Seperti diuraikan terdahulu, bahwa anak “KANEM” mengalami penderitaan sejak masih kanak-kanak. Baik itu derita karena kemelaratan orang tuanya, derita karena perceraian orang tuanya, derita karena kematian orang tuanya, maupun disebabkan oleh hal yang lain.
Kalau tentang kemelaratan dia tidak peduli, yang dipedulikannya adalah tentang keadilan dan kejujuran. Walaupun dalam hidup melarat dia tetap tegar dan rapi. Hanya saja ada kesan seolah anak “KANEM” itu sombong dan takabur, hal itu dapat terjadi karena sifatnya yang sering membanggakan diri setiap berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan yang sulit dikerjakan oleh orang lain, secara bergurau dia akan memuji diri sendiri. Itulah yang menimbulkan kesan kesombongan.
Dalam bidang studi, anak kelahiran mangsa “KANEM” sangat rajin. Pada umumnya dapat mencapai yang diinginkannya. Bahkan tidak sedikit orang-orang jenius yang terlahir pada mangsa “KANEM”. Lagi pula anak kelahiran mangsa Kanem, senang bergaul, walaupun tidak banyak berbicara tetapi banyak pula sahabatnya.
KEADAAN MASA REMAJA
Kejujuran adalah pegangan hidupnya. Walaupun remaja-remaja kelahiran mangsa “KANEM” ini hidupnya melarat, tetapi hatinya optimis menghadapi masa depan. Setia kepada prinsip, cita-cita, serta pekerjaannya.
Remaja Kanem yang telah bekerja, dia akan tetap setia dengan pekerjaannya itu. Walaupun ada orang yang membujuknya dengan bayaran yang lebih tinggi, dia akan lebih setia dengan pekerjaan yang telah ditekuninya walaupun gajinya lebih rendah.
Untuk mencapai kariernya yang lebih baik, orang kelahiran mangsa Kanem cenderung untuk mempelajarinya, baik dengan membaca, maupun kursus atau sekolah kejuruan.
Orang kelahiran Kanem, suka mengerjakan sesuatu untuk kepentingan orang lain tanpa memikirkan imbalan. Karena dia akan mengerjakan pekerjaan itu dengan rasa tulus dan penuh tanggung jawab.
Baca: Jejak SYL: Pimpin Golkar Dibantu Nurdin Halid, Pindah Partai Karena Nurdin
Pada umumnya remaja kelahiran mangsa “KANEM” sangat menarik didalam pergaulan. Bahkan dalam percintaan sering digandrungi lawan jenisnya, baik karena keadaan fisik yang rupawan, maupun penampilannya.
Nurdin Halid tak banyak orang tahu merupakan sosok pria idaman wanita dimasa mudanya. Hal ini terungkap saat dirinya mengunjungi posko KKN di Luwu beberapa waktu lalu. NH muda adalah idola banyak kaum wanita.
“Nak, masih ingat dengan yang di sebelah? Anak gadis Haji Ramli?” ujar Sumawati bertanya setengah berbisik. Sumawati merupakan ibu posko dari KKN Nurdin kala itu.
NH yang didampingi sejumlah elite Golkar Luwu dan Lutra itu lalu tertawa bersamaan. “Ah, kalian seperti tidak pernah muda saja,” ujar NH.
CIRI KHAS
Ada beberapa ciri khas orang kelahiran mangsa “KANEM” yang sangat mencolok ialah senang menyendiri, membaca dan belajar berbagai ilmu pengetahuan. Di samping itu, dia mempunyai kebiasaan menggurui walaupun kawannya itu baru saja dikenalnya.
Maka bila kita bertemu dengan orang yang mempunyal sifat: senang menyepi, gemar membaca dan belajar, senang menggurui siapa saja walaupun baru dikenalnya. Maka besar kemungkinannya dia adalah orang kelahiran mangsa “Kanem” atau orang yang memiliki karakter seperti Nurdin Halid.
IKATAN PERSAHABATAN
Di dalam pergaulan di kancah masyarakat, orang Kanem mendapat tempat yang baik. Karena dia memegang teguh prinsip, jujur, dan cerdas. Sehingga bila ada yang menghadapi kesulitan, dia tampil sebagai sukarelawan, membantu dan menyelesaikan masalah tanpa pamrih.
Kalau terjadi perselisihan dan kesalah pahaman maka dia pun bersedia memaafkan maupun minta maaf kalau memang dia yang bersalah. Orang yang terlahir dalam mangsa “Kanem” dapat menjadi sahabat yang baik, setia, dan bersedia berkorban demi sahabatnya. Maka dengan demikian, darinyalah dapat diharapkan suatu bantuan tanpa pamrih dengan kesadaran tanpa maksud tertentu. Pekerjaan yang bagaimanapun beratnya, akan dikerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan selesai dengan baik.
Maka di dalam kariernya dia akan cepat menonjol dan menanjak. Tidak ada orang lain yang iri padanya. Karena mereka berpendapat bahwa itu layak diterimanya.
Bergaul dengan orang kelahiran mangsa “Kanem” memang menyenangkan dan menambah wawasan. Kebiasaan orang kelahiran Kanem senang membicarakan hal-hal yang berguna dan berwawasan luas.
KEADAAN KESEHATAN
Orang yang terlahir pada mangsa “KANEM” mempunyai kelernahan fisik, mudah terserang penyakit. Di antara bagian tubuhnya yang rawan penyakit, adalah bagian tenggorokan, paru-paru, telinga, perut, dan tulang punggungnya.
Bahwa orang kelahiran Mangsa “KANEM” bukannya orang yang mudah terkena penyakit, bahkan pada umumnya kesehatannya cukup baik sejak masih kanak-kanak. Hanya kalau kurang penjagaan pada tempat-tempat yang tersebut tadi, maka dia akan sering terkena infeksi di saluran pernafasan, sakit gigi, dan rematik.
Tetapi kalau sejak masih Remaja telah dibiasakan berolahraga, senam, aerobik, maupun olahraga lainnya, juga makan makanan yang mengandung gizi tinggi dari tumbuh-tumbuhan. Maka kesehatannya akan lebih baik bahkan kepekaan-kepekaan terhadap penyakit tadi dapat lenyap.
SAAT YANG TEPAT
Saat yang baik bagi orang kelahiran mangsa Kanem untuk mengerjakan segala sesuatu yang penting adalah pada bulan Juli hingga Oktober. Mangsa “KANEM” menempati pada galaksi “Bima Sakti” yang menggambarkan Bima Sena sedang membuat sungai Serayu.
Tepatnya pekerjaan itu dapat dilakukan pada hari Kamis dan hari Minggu. Tetapi yang paling tepat adalah memilih hari Kamis. Karena pada hari itu ada suatu kekuatan keberanian atau semangat yang suci dipancarkan oleh Batara Guru padanya. Segala pekerjaan akan berhasil dengan gemilang.
WARNA YANG IDEAL
Dalam segi kecocokan, keserasian, dan kewibawaan seseorang dalam memilih jenis warna yang cocok dan menimbulkan kesan anggun adalah ketepatan memilih jenis warna.
Bagi orang yang terlahir pada mangsa “KANEM” ada beberapa jenis warna yang cocok. Adapun warna yang paling cocok bagi orang kelahiran mangsa “KANEM” adalah warna hijau. Kemudian dapat juga dengan warna merah jingga, dan kuning terang.
Nurdin Halid diketahui merupakan salah satu politisi senior Partai Golkar. Partai Golkar sendiri memiliki warna khas yakni kuning terang.
Selanjutnya: Ramalan Agus Arifin Nu’mang





