Selama 3 hari, para peserta akan mengikuti kelas intensif berupa diskusi, workshop, hingga pitching. Tema dan kurikulum yang akan mereka dapatkan beberapa di antaranya; peran produser dalam pengembangan skenario, pemasaran dan distribusi film, hingga line-producing.
Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, SEAscreen Academy tahun ke-7 ini juga memiliki program-program menarik yang terbuka bagi publik. Di antaranya, Rumata’ Artspace akan menggelar opening night menampilkan Mira Lesmana membawakan kuliah umum tentang profesi produser film.
BACA: MIWF 2018 Membuka Ruang Diskusi Bagi Penulis Bahas Soal Ini
Di Benteng Rotterdam akan ada forum publik yang membahas tentang pasar sinema bersama produser profesional Indonesia, juga mengenai pemrograman festival film bersama festival programmer dari Malaysia, Lim Han Loong.
Juga yang paling dinanti, pemutaran film-film pendek terbaik Asia Tenggara dan karya sineas dari Makassar, termasuk Kado karya Aditya Ahmad yang baru-baru ini memenangi film pendek terbaik di Venice Film Festival, Italia, sebuah festival film tertua di dunia. Lalu, ada High Way karya Chia Chee Sum yang mendapat penghargaan SEAscreen di SEAShorts Film Festival 2018, Malaysia.
Selain itu, di XXI Mal Nipah akan diputar perdana dan khusus film Aruna dan Lidahnya yang dibintangi Dian Satrowardoyo, Oka Antara & Nicholas Saputra, dan dilanjutkan diskusi dengan produsernya, Muhammad Zaidy. Info lengkapnya bisa dipantau melalui Twitter dan Instagram @makassarscreen, serta Facebook SEAscreen Academy.
Berikut nama-nama peserta (produser) dan proyeknya yang terpilih di Producer’s Producing SEAscreen Academy:



