Saat ini, kata Tenri, di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sedang mendampingi 3 anak bawah umur yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba.
BACA: Ibu Angkat 3 Anak Korban Penyekapan Ditetapkan Sebagai Tersangka
“Baru ada dua ini, sampai di P2TP2A. Mereka bukan pengedar, ketemu dijalan baru jual,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (18/9/2018).
Untuk membantu proses hukum, pihaknya sampai saat ini terus melakukan pendekatan kepada terduga, menggali siapa yang menyuruh anak itu.
“Sekarang lagi didekati anaknya agar mau mengaku, siapa yang terlibat di dalamnya,” terangnya.
Perlu Kerjasama Aktif Pemerintah, Sekolah, dan Masyarakat
Sementara itu, maraknya anak bawah umur yang dimanfaatkan kurir narkoba di Sulawesi Selatan, pun akhirnya membuat pemerintah lebih berpikir keras lagi. Menurut Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah untuk mengantisipasi itu, maka pembelajaran saat jam sekolah jangan hanya terpaku pada pendidikan formal biasa.
Sebab menurutnya, pendidikan karakter terhadap siswa juga begitu penting, termasuk untuk mencegah siswa terjerumus dalam pasar narkoba.



